Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Ingatkan Aksi Doa Bersama

Nasional

Editor sutan Dibaca : 544

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Ingatkan Aksi Doa Bersama
KONFERENSI PERS- Oesman Sapta menjadi pembicara pada acara konferensi pers di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (01/12). (SP/Ist)
JAKARTA, SP- Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta mengingatkan aksi doa bersama yang rencananya akan dilaksanakan Jumat (2/11) di lapangan Monas jangan sampai berubah dari maksud dan tujuan awalnya.  "Yang penting aksi doa bersama besok jangan 'bersayap-sayap'. Jadi, jangan ada dusta di antara kita, " kata Oesman Sapta, Kamis (1/12), di Ruang Press Room, Kompleks Gedung MPR, Senayan, Jakarta.

Selain Oesman, turut hadir Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan para Wakil Ketua MPR RI, seperti Hidayat Nur Wahid dan Ketua DPD RI Mohammad Saleh. Aksi doa bersama rencananya akan dilaksanakan Jumat (1/12) dengan menggelar sajadah di silang Monas dan diakhiri dengan sholat Jumat.

Menurut Oesman, jika memang niatnya untuk doa bersama, maka jangan sampai ada yang keluar dari niat awal tersebut. Oesman yakin bahwa aksi doa bersama akan berlangsung aman.

Oesman mengharapkan seluruh peserta aksi tersebut bisa tetap tertib dan tidak terprovokasi. Ia juga menegaskan seluruh komponen bangsa harus bahu-membahu dalam menjaga keutuhan NKRI. Kalaupun ingin menyampaikan aspirasi boleh saja karena dijamin oleh undang-undang namun juga harus mematuhi UU pula.

Kesempatan yang sama, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan pernyataan sikap dan imbuan MPR RI yakni. Pertama, aksi damai 212 rencananya digelar Jumat (02/12) adalah aksi menyatakan pendapat yang merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dilindungi konstitusi.

Seperti yang tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945 Bab X Tentang Warga Negara dan Penduduk Pasal 28 Yang berbunyi ‘Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang.

Kedua, gelaran aksi damai 212 mari dijadikan momentum pembuktian kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia lainnya serta masyarakat internasional bahwa muslim Indonesia moderat dan rahmatan lil alamin, semua saling menghormati dan menghargai serta berada dalam satu ikatan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketiga, MPR menilai bahwa aksi damai 212 adalah murni aksi untuk menuntut keadilan atas kasus penistaan agama, bukan kebencian terhadap perbedaan suku, ras apalagi agama. Keempat, MPR mengapresiasi kinerja Polri yang sangat cepat dan profesional serta transparan dalam penanganan kasus yang saat ini sudah sampai kepada Kejaksaan. Kelima, MPR mengapresiasi pertemuan silaturahmi antara MUI, panitia aksi dan aparat keamanan sehingga bersepakat aksi damai dilakukan secara damai, menjaga persatuan dan kesatuan umat.

Menurut MPR, itulah cara bangsa Indonesia menyelesaikan permasalahan bangsa dengan cara yang damai, toleran, musyawarah dan mengedepankan silaturahmi. Keenam, MPR berharap semua pihak baik panitia aksi, peserta aksi dan aparat keamanan menjaga komitmen kesepatakan bersama agar aksi damai berlangsung tertib dan damai. Dan selalu waspada terhadap pihak-pihak yang berpotensi menganggu jalannya aksi damai.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menambahkan, bahwa masyarakat Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia harus mengetahui bahwa aksi damai 212 sudah mendapat izin dari Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. "Karena diizinkan, aksi tersebut adalah legal dan bukan aksi anarki," kata Hidayat.

Ia mengatakan, hal tersebut harus dipahami betul oleh semua pihak, baik panitia aksi, peserta aksi dan aparat keamanan. "Kalian bukan musuh, kalian bukan saling memusuhi, kita semua satu dalam bangsa Indonesia. Semua adalah pecinta NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Hidayat.

Maka dari itulah semua pihak sangat penting untuk saling menjaga dan sama-sama memastikan bahwa aksi besok adalah aksi super damai tanpa embel-embel lainnya yang berpotensi merusak. (ant/hum/loh)