Presiden Tiba di Aceh, Pantau Langsung Penanganan Korban Lindu

Nasional

Editor Soetana hasby Dibaca : 602

Presiden Tiba di Aceh, Pantau Langsung Penanganan Korban Lindu
TIBA DI ACEH - Presiden Joko Widodo, Kamis (8/12), tiba di Provinsi Aceh, akan memantau langsung penanganan korban gempa bumi di tiga wilayah alami kerusakan parah. (SP/@KSPgoid)
PONTIANAK, SP – Presiden Joko Widodo, Kamis (8/12), tiba di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Presiden bertolak dari Bali langsung menuju Aceh, untuk menyaksikan langsung penanganan korban gempa Aceh yang merundung Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Kabupaten Pidie.

Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam,Presiden Jokowi langsung memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Pidie Jaya, bersama menteri, Panglima TNI, Kapolri, Plt. Gubernur Aceh, dan  Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Direncanakan, Jumat (9/12), Jokowi akan menyaksikan langsung penanganan korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya.

Sementara proses pencarian dan evakuasi korban gempa bumi di tiga kabupaten yang paling parah mengalami kerusakan, menjadi prioritas.

Kepala BNPB Willem Rampangilei di Pidie Jaya, menyatakan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini (8/12), masih dilakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban. Pencarian dilakukan tiga tim SAR dengan fokus ruko Merdu, Bandar Dua, dan mobile.

"Priortas tanggap darurat sesuai arahan Presiden adalah pencarian dan penyelamatan korban. Upaya ini dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD dan relawan. Presiden Jokowi juga meminta BNPB, kementerian/lembaga dan Pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan dan pemberian bantuan selama masa tanggap darurat dan pemulihan, pengurusan korban ditangani sebaik-baiknya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima www.suarapemredkalbar.com, Kamis malam.

Presiden juga meminta kebutuhan logistik, obat-obatan dan lain-lainnya di pos pengungsian ditangani secara baik.

“Besok Presiden Jokowi akan berkunjung ke lokasi bencana untuk memastikan apa yang telah dilakukan dalam penanganan darurat," kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Untuk mempercepat penanganan darurat, BNPB mengirimkan bantuan logistik dan pralatan senilai Rp 3,5 miliar ke Pidie Jaya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI-AU dan pesawat cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang.

 Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, pendataan terus dilakukan oleh tim gabungan. Total jumlah pengungsi 11.142 jiwa. Mereka tersebar di rumah-rumah saudara atau kerabatnya dan di 28 titik pos pengungsian.

Pendirian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi terus ditingkatkan dengan mendirikan pos dapur umum, pos kesehatan, dan dukungan sanitasi.

Terkait kebutuhan peralatan, Kementerian PU telah mengerahkan 4 tangki air, 70 hidran umum, 80 MCK mobile, alat berat (loader, stonebreaker, dan eskavator) dan sebagainya. Kementerian PU juga akan melakukan audit bangunan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.

Data sementara dampak gempa, 10.534 unit rumah rusak,terdiri dari 2.015 rumah rusak berat, 85 rumah rusak sedang, dan 8.434 rumah rusak ringan. Terdapat  105 rumah toko roboh, 19 ruko rusak berat, dan 55 masjid rusak berat. Beberapa bangunan seperti kantor pemerintah, sekolah, mushola dan lainnya terdapat kerusakan. (has)

Baca Juga:
Hari Kedua Gempa Pidie, 102 Jenazah Ditemukan 
Cerita Warga Kalbar yang Menetap di Banda Aceh