Oesman Sapta Terima Penghargaan Bhinneka Tunggal Ika Award

Nasional

Editor hendra anglink Dibaca : 649

Oesman Sapta Terima Penghargaan Bhinneka Tunggal Ika Award
Oesman Sapta Odang. (Humas MPR RI/SP)
JAKARTA, SP -  Ketua DPD RI, Oesman Sapta menerima penghargaan "Bhinneka Tunggal Ika Award 2017" digelar LKBN Antara bersama Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) di Wisma Antara, Jakarta, kemarin.  

Selain Oesman, sejumlah tokoh lainnya juga menerima penghargaan serupa.  Mereka adalah Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Selain itu juga ada tokoh bangsa Shinta Nuriyah Wahid, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, budayawan Magnis Suseno, serta pendiri Nurcholish Madjid Society, Yudi Latif.  

Direktur LPI, Boni Hargens menyampaikan, mereka yang memperoleh penghargaan tersebut dipilih atas sikap, tindakan dan komitmennya menjaga persatuan dan kebhinnekaan di NKRI. "Kami secara obyektif dan serius berjuang memberi apresiasi beberapa tokoh ini," ujar Direktur LPI, Boni Hargens dalam sambutannya.  

Boni menyampaikan, penghargaan ini diberikan sebagai langkah merespon situasi bangsa sekarang ini, di mana rakyat Indonesia merasakan keresahan bersama tentang kebangkitan kelompok garis keras yang mengancam bangsa.   Dia menekankan, isu besar itu tidak bisa diserahkan kepada presiden sendiri. Seluruh pihak harus bangkit bergerak bersama.  

"Tujuan acara penghargaan ini, untuk mengapresiasi jasa tokoh bangsa, agar masyarakat mayoritas yang selama ini diam, jadi bangkit dan bergerak bersama," ujar dia.  

Direktur Utama LKBN Antara, Meidyatama Suryodiningrat yang akrab disapa Dimas mengatakan, LKBN Antara bangga bisa ikut mendukung acara penghargaan Bhinneka Tunggal Ika Award 2017.   Sebagai sebuah kantor berita yang merekam sejarah berdirinya bangsa Indonesia, LKBN Antara berkomitmen mendampingi, mendukung dan mendorong kreativitas di Tanah Air.  

Secara terpisah, Oesman Sapta menegaskan, soal dasar negara Pancasila sudah final dan harga mati, karena itu jika ada yang ingin menggantikannya dengan yang lain, maka harus dihentikan.   "Bangsa ini sudah final soal dasar negara. Pancasila itu sudah final. Pancasila sudah selesai. Jadi kalau ada orang yang menggunakan agama untuk kepentingan politik, itu harus dihentikan," katanya, saat kuliah umum di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah, Senin (22/5).  

Oesman mengingatkan bahwa, pertahanan utama bangsa ini ada di generasi muda, khususnya para mahasiswa. Oleh karena itu, Oesman mengajak seluruh pemuda untuk kembali menghayati Pancasila.   "Empat pilar ini harus benar-benar dihayati oleh seluruh elemen bangsa ini, karena ini adalah nyawa bangsa ini," katanya. (ant/loh)