Langganan SP 2

Oesman Sapta Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

Nasional

Editor hendra anglink Dibaca : 426

Oesman Sapta Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara
Oesman Sapta Odang. (Humas MPR RI/SP)
PADANG, SP - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta Odang mendukung rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan untuk mendorong pemerataan pembangunan.

"Sah-sah saja wacana pemindahan itu. Lahan di Kalimantan juga masih luas, bisa jadi pusat pemerintahan," kata Oesman di Padang, Jumat (7/7).

Menurut dia, pemindahan ibu kota negara akan mendorong percepatan pembangunan di luar Jawa terutama Indonesia bagian timur, tidak saja infrastruktur, tetapi juga secara ekonomi.

"Dunia usaha juga dapat berkembang pesat di sana, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat juga," katanya.

Ia menilai pemindahan tidak akan terlalu membebani anggaran pendapatan dan belanja negara meskipun memang akan membutuhkan anggaran besar.

Wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa, opsinya anta lain, Palangkaraya, Kalteng, masih menjadi polemik hingga saat ini. Sebagian pihak mendukung wacana yang telah ada sejak zaman Presiden Soekarno tersebut karena dinilai bisa mendorong pembangunan Indonesia Timur.

Namun sebagian meminta pemerintah untuk berhati-hati melaksanakan wacana itu karena memindahkan pusat pemerintahan tak mudah dilakukan sehingga pengkajian harus dilakukan dengan sangat matang.

Munculnya nama Palangkaraya sebagai kandidat ibu kota negara merupakan gagasan Presiden Soekarno pada 1950-an.

Presiden pertama Indonesia itu bahkan pernah mengunjungi kota yang terletak di tengah-tengah Indonesia itu untuk meninjau kemungkinan pemindahan tersebut.

Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, rencana pemindahan ibu kota muncul kembali karena dinilai adanya kebutuhan pembentukan pusat ekonomi baru.

Hal itu diperlukan agar kegiatan perekonomian Indonesia tidak hanya terpusat di Jawa.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menilai wacana pemindahan ibu kota negara bisa menjadi opsi untuk menyelamatkan ekologi di DKI Jakarta, selain pemerataan pembangunan di luar Jawa.

"Sebetulnya seandainya kita pindah ibu kota dari Jakarta ke luar Jawa berarti menyelamatkan ekologi yang ada di Jakarta juga," katanya.

Menurut Pratikno, wacana pemindahan ibu kota itu memang menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini. Wacana itu, kata dia, harus ditempatkan sebagai opsi terbuka dan bisa dikaji bersama-sama.
"Kalau ini tidak pernah kita buka maka tidak pernah dipikirkan," kata mantan Rektor UGM itu.

Selama ini, menurut dia, kegiatan perekonomian serta pembangunan masih terkonsentrasi di Jawa, bahkan secara spesifik di Jakarta. Sirkulasi uang serta operasional sarana transportasi juga dominan di Jakarta yang selanjutnya menimbulkan kemacetan.

Dia menyadari bahwa gagasan pemindahan Ibu Kota itu telah dimunculkan sejak lama oleh Bung Karno. Namun demikian, ide itu perlu disesuaikan dengan konteks yang tengah di hadapi Indonesia saat ini.
 "Justru karena ide itu sudah lama dan tidak jadi-jadi, maka kita perlu melakukan review sesuai konteks sekarang," kata dia. (ant)