Langganan SP 2

Oesman Sapta: Labuan Bajo Menjadi Perhatian Internasional

Nasional

Editor hendra anglink Dibaca : 210

Oesman Sapta: Labuan Bajo Menjadi Perhatian Internasional
DISAMBUT - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta yang juga Ketua DPD RI, disambut dengan tarian adat di di Kantor Bupati Manggarai, Labuan Bajo, NTT, Senin (24/7). (Humas MPR)
LABUAN BAJO, SP - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta yang juga Ketua DPD RI, terkesan dengan wilayah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Labuan Bajo, Oesman Sapta ingin mengetahui lebih jauh potensi daerah ini.  

"Saya baru sampai ke daerah ini. Saya ingin keliling dulu melihat potensi daerah ini. Seharusnya sore ini saya kembali ke Jakarta, tapi karena melihat indahnya Labuan Bajo, saya batalkan kepulangan saya. Saya ingin menginap di sini," kata Oesman Sapta di Kantor Bupati Manggarai, Labuan Bajo, NTT, Senin (24/7).  

OSO, panggilan akrab Oesman Sapta, mengakui bahwa kedatangannya ke Labuan Bajo memang ingin melihat daerah ini secara langsung.

"Labuan Bajo adalah suatu pulau yang indah dan menjadi perhatian intenasional sekarang ini," ujarnya.  

Untuk itu, OSO berharap dalam Pilkada Gubernur NTT yang akan datang, bisa terpilih calon kepala daerah NTT yang bisa memperhatikan potensi NTT.

"Pemimpin yang berpihak kepada rakyat, bukan mendahulukan kepentingan partai politik," ucapnya.   

Ketika Sosialisasi Empat Pilar MPR, Oesman Sapta mengakui bahwa, NTT masih tertinggal dibanding daerah lainnnya.

"Kemakmuran masih jauh panggang dari api. Ini karena kerusakan sistem. Ini yang sedang dibenahi pemerintah sekarang. Pemerintah memikirkan pembangunan di seluruh pelosok Tanah Air termasuk NTT," papar OSO.  

OSO mencontohkan perbatasan antara NTT dan Timor Leste. Dulu perbatasan Indonesia di NTT dengan Timor Leste kumuh dan kotor. Jika ke perbatasan orang berfoto dengan latar belakang Timor Leste.

"Tapi sekarang wilayah perbatasan Indonesia sudah bagus. Ini menunjukkan pemerintah kita memikirkan pembangunan infrastruktur," ujarnya.  

Tak hanya bertemu insan pejabat dan Pemda, Oesman juga melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada sekitar 500 siswa SMK St Ignatius Loyola, Labuan Bajo. Ia menegaskan, sosialisasi untuk kalangan siswa sangat penting, demi mengingatkan kembali pada nilai-nilai Pancasila.   

"Karena itu kita terus menerus melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR supaya terus menerus diingatkan tentang Pancasila," kata Oesman.  

Menurut Oesman Sapta, para siswa tidak mengetahui apa dan bagaimana perjuangan para pendiri bangsa pada tahun 1945. "Generasi muda sekarang tidak tahu karena mereka tidak terlibat dalam perjuangan tahun 1945. Tapi mereka harus mengetahui sejarah. Dan (sejarah) itu ada dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI," katanya.   

Oesman menegaskan, MPR telah membentuk Badan Sosialisasi untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR. "Kita telah membentuk tim untuk melaksanakan Sosialiasasi Empat Pilar MPR seperti hari ini di Labuan Bajo. Kita terus menerus melakukan sosialisasi dan tidak boleh terputus," ujarnya.  

Dia mengakui bahwa banyak orang yang telah mengetahui Sosialisasi Empat Pilar MPR yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Tapi banyak juga yang lupa. Sosialisasi ini adalah untuk mengingatkan kembali pada nilai-nilai Empat Pilar," tuturnya.  

OSO memberi contoh tentang kemajemukan Indonesia dalam suku, agama, adat istiadat, dan budaya. "NKRI tidak melihat suku, agama, asal usul. Semua itu sudah selesai. Mari kita bersatu untuk NKRI," pintanya. (ril/lis)