Panglima TNI Dilarang Masuk US and Border Protection

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 284

Panglima TNI Dilarang Masuk US and Border Protection
Ilustrasi. Net
JAKARTA, SP - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto membenarkan bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak memasuki wilayah Amerika Serikat untuk menghadiri acara "Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization" (VEOs) yang akan dilaksanakan 23-24 Oktober di Washington DC, AS.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan. 

“Sabtu (21/10), Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," jelas Mayjen TNI Wuryanto di Jakarta, Minggu (22/10).

Adanya penolakan itu, lanjut dia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak jadi hadir pada acara tersebut.

Wuryanto menjelaskan bahwa Panglima TNI mendapat undangan secara resmi yang dikirim oleh Pangab Amerika Serikat, Jenderal Joseph F Durford Jr dan kemudian Jenderal TNI Gatot Nutmantyo membalas surat tersebut dan mengkonfimasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

"Panglima TNI mengirim surat balasan tersebut karena menghormati Jenderal Joseph F Durford, Jr yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo," Kata Kapuspen TNI.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, acara tersebut bernama Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC. Acara tersebut diinisiasi oleh pemimpin tertinggi Marinir AS Jenderal Joe Dunford.

Menanggapi peristiwa itu, Panglima TNI telah lapor kepada Presiden melalui ajudan, Menteri Luar Negeri dan Menko Polhukam serta berkirim surat kepada Jenderal Joseph F Durfort Jr dan saat ini masih menunggu penjelasan atas insiden ini.

"Kepergian ke Amerika atas undangan Pangab dan atas hubungan baik dua negara serta hubungan baik antara Pangab Amerika dan Panglima TNI, oleh sebab itu Panglima TNI beserta isteri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sampai ada penjelasan resmi dari pihak Amerika," tegas Kapuspen TNI.

KBRI Washington telah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Mereka lantas mengirimkan nota diplomatik untuk meminta Kemlu AS memberikan penjelasan.

"KBRI Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu AS untuk meminta klarifikasi terkait kejadian kemarin," kata Jubir Kemlu, Arrmanata Nasir.

Sedangkan di dalam negeri, pihak Kedubes AS di Indonesia akan dipanggil. Dubes sedang berhalalangan, Wakil Dubes yang akan dimintai keterangan.

"Mengingat Dubes Amerika Serikat sedang tidak di Jakarta, Wakil Dubes AS juga telah dipanggil untuk ke Kemlu besok guna memberikan keterangan," kata pria yang akrab disapa Tata itu. (ant/det/lis)