Menpora Ajak Pemuda Berani Bersatu

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 253

Menpora Ajak Pemuda Berani Bersatu
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
Imam Nahrawi, Menpora
"Ayo, saatnya pemuda Indonesia berani bersatu. Ini adalah momen yang tepat. Kita tidak sama, kita kerja bersama"

Kartius, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar,
"Tetap pertahankan Sumpah Pemuda, perkuat iman dan perkuat etika untuk membentuk karakter. Selain itu menghormati orangtua"

JAKARTA, SP - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2017, mengajak pemuda berani bersatu untuk menegakkan jati diri bangsa, seperti yang dilakukan pemuda terdahulu atau 89 tahun silam.

"Ayo, saatnya pemuda Indonesia berani bersatu. Ini adalah momen yang tepat. Kita tidak sama, kita kerja bersama," kata Menpora Imam Nahrawi di sela peringatan HSP di Halaman Kemenpora, Jakarta, Jumat (27/10). 

Peringatan HSP di Kemenpora dilakukan satu hari lebih cepat, karena puncak peringatan HSP ke-89 akan digelar di Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10), dan akan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Ribuan undangan akan menghadiri peringatan HSP ini.

Khusus di Kemenpora, peringatan HSP dilakukan berbeda. Tidak dengan upacara, namun dilakukan video conference dengan antara Menpora Imam Nahrawi dengan pemuda dan masyarakat di beberapa titik di Indonesia maupun luar negeri. Pemuda Indonesia di Turki yang mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan Menpora.

Untuk video conference dalam negeri dilakukan dibeberapa titik yang diantaranya dengan Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) yang saat ini menjalani pelatihan di Mojokerto, Jawa Timur. Pemuda mandiri ini didorong untuk melakukan kegiatan olahraga, rekrutmen relawan, pelatihan kapasitas pemuda dan kepemimpinan serta mendorong partisipasi pembangunan berbasis kearifan lokal.

"Jadilah pengerak ekonomi kreatif serta menjadi pemuda mandiri di pedesaan," kata pria kelahiran Bangkalan, Madura itu.

Perangi Korupsi


Memperingati Sumpah Pemuda, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak pemuda Indonesia, bertekad memerangi korupsi.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menuturkan, Sumpah Pemuda sangat perlu diperingati, karena merupakan cikal bakal lahirnya bangsa Indonesia.

Melalui peringatan Sumpah Pemuda, pemuda-pemudi dan seluruh rakyat Indonesia, bisa mengenang jasa para pejuang dan pemersatu bangsa, agar tidak salah arah dalam melanjutkan perjuangan mereka.

"Ayo kita isi Indonesia yang mereka lahirkan dengan kerja keras dan ketulusan serta berusaha dengan sekuat tenaga untuk menciptan Indonesia yang makmur dan bebas dari korupsi yang membelenggu negeri," kata Laode.  

Langkah konkret yang bisa dilakukan untuk memerangi korupsi dan menciptakan budaya bersih tanpa korupsi, yaitu dengan mengetahui apa itu korupsi dan menjauhkan diri dari korupsi.

Selain itu pemuda dan masyarakat pada umumnya bisa ikut terlibat dalam kampanye, pendidikan, dan pemberantasan korupsi.

Perayaan Hari Sumpah Pemuda, akan diselenggarakan dengan konsep berbeda. Perayaan yang disebut-sebut sebagai 'gawean' anak muda ini bertujuan memberikan komitmen kepada bangsa Indonesia, bahwa kini saatnya anak muda tampil lewat keahlian dan prestasi masing-masing.

"Perayaan Sumpah Pemuda nanti adalah merayakan kekuatan anak muda ke depan," kata Andi Sadha, koordinator peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017. 

Peduli Pemuda


Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar, Kartius menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke 89 yang upacara puncaknya akan diadakan pada tanggal 30 Oktober 2017. 

Ia menegaskan, dari segi pembinaan kepemudaan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar, telah memberikan kemudahan-kemudahan pada fasilitas-fasilitas organisasi kepemudaan. Salah satunya ketika organisasi kepemudaan membutuhkan rekomendasi, maka dinas merespon dengan lebih cepat.

Selain itu, berkaitan dengan pertemuan-pertemuan yang dilayangkan oleh Organisasi Kepemudaan (OKP) kepada pemerintah melalui dinas juga selalu ditanggapi. Beberapa OKP yang juga meminta perhatian pemerintah juga sudah ditanggapi.

"Kemarin ada organisasi sosial yang bersifat menggalang perkumpulan-perkumpulan orang, juga sudah kita tanggapi,” ujarnya. 

Ia memberikan contoh, organisasi yang tak pernah dilantik sebelumnya di Balai Petitih Kantor Gubernur, bisa dilakukan pengukuhannya di sana. Begitu juga dengan organisasi-organisasi lainnya. Di antaranya, Perhimpunan Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) yang selama ini hanya dilantik di kantor-kantor tertentu. Juga dilakukan pengukuhan di Balai Petitih. 

“Hal itu merupakan bentuk perhatian dan respon kepada pemuda serta OKP yang selama ini baik,” ujarnya.

Ia melihat Kalbar, dalam sepuluh tahun ini, kondusifitasnya baik. Pihaknya juga turut mengadakan pelatihan pada saat seleksi kegiatan khusus. Misalnya, seleksi putra-putri pariwisata, Miss Kopi, dan lain-lain.

Kartius berpesan pada momen peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2017, ditengah merebaknya berbagai isu dan gelombang-gelombang intoleransi, pemuda sebaiknya tidak melakukan gerakan-gerakan tersebut. 

“Tetap pertahankan Sumpah Pemuda, perkuat iman dan perkuat etika untuk membentuk karakter. Selain itu menghormati orangtua,” ujarnya. (aan/ant/det/lis)

Komentar