Jenazah Terduga Teroris Bima Masih Dievakuasi

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 37

Jenazah Terduga Teroris Bima Masih Dievakuasi
Ilustrasi. Net
MATARAM, SP - Dua jenazah terduga teroris asal Bima, Nusa Tenggara Barat, yang tewas usai kontak senjata dengan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror dibantu anggota kepolisian wilayah setempat pada Senin pagi, masih dalam proses evakuasi.

"Informasi sementara, jenazahnya masih dalam proses evakuasi. Akan dibawa kemana jenazahnya, kita belum tahu, nanti tunggu informasi lebih lanjut dari Kapolres Bima Kota," kata Wakapolda NTB Kombes Tajuddin di Mataram, Senin (30/10).

Hal itu diungkapkannya saat ditanya apakah dua jenazah terduga teroris asal Bima yang identitasnya belum diketahui tersebut akan di evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram atau tidak.

Kontak senjata yang menewaskan dua terduga teroris itu dilaporkan terjadi pada Senin (30/10) pagi, tepatnya pada pukul 09.50 WITA, di Gunung Ritu Asa Kota, Desa Mawu Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Tajuddin memastikan bahwa keduanya adalah anggota kelompok teroris yang menjadi target operasi pihak kepolisian, dalam hal ini Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror.

"Jaringan mana, kita belum tahu, tapi yang jelas mereka ini kelompok teroris. Karena untuk melakukan tindakan seperti itu, tentunya Polri sudah memiliki bukti-bukti yang kuat," ujarnya.

Untuk informasi lebih terang terkait dengan identitas kedua jenazah terduga teroris ini, pihaknya masih menunggu laporan lanjutan dari tim lapangan.

"Saya sudah tanyakan nama dan sebagainya, tapi belum ada konfirmasi karena lokasinya sangat jauh, sinyal pun sulit. Jadi sampai sekarang belum tembus," ucapnya.

Begitu juga saat disinggung apakah dua terduga teroris ini berkaitan dengan pelaku penembakan dua anggota kepolisian yang terjadi pada 11 September 2017 itu, Tajuddin belum mengetahui kepastiannya.

"Ini masih kita dalami dulu, karena laporan lengkapnya belum saya terima dari kapolres, nantinya kalau sudah ada laporan lanjutan, akan kita lengkapi lagi informasinya," kata Tajuddin. (ant/lis)