5.000 WNI di Kuching Sambut Kedatangan Jokowi

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 248

5.000 WNI di Kuching Sambut Kedatangan Jokowi
SAMBUT JOKOWI - Sekitar 5.000 WNI menyambut kedatangan Presiden untuk acara Temu Kangen Presiden RI, di Stadium Perpaduan Kuching, Sarawak, Malaysia, Rabu (22/11). (Setpres)
KUCHING, SP - Sekitar 5.000 WNI yang tinggal di Kuching, Sarawak, Malaysia antusias menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang hadir untuk acara Temu Kangen Presiden RI. Jokowi dan rombongan tiba di Stadium Perpaduan Kuching, Sarawak, Malaysia, Rabu (22/11), sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Setibanya di Bandara tersebut, Presiden dikalungi kain selendang pua kumbu yang merupakan kain khas Kuching. Jajar kehormatan penyambutan pun dimeriahkan oleh perwakilan masyarakat Kuching yang mengenakan pakaian adat Orang Ulu dan Angkatan Tentara Malaysia.

Setelah itu, dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti oleh Presiden Jokowi dengan sangat khidmat. Suasana cerah menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan padahal sebelumnya diperkirakan akan turun hujan.

Ribuan orang telah menunggu kedatangannya, bahkan anak-anak sekolah berseragam merah putih telah berdiri di tepi jalan menuju Stadium Perpaduan menyambut dengan lagu "Selamat Datang", sambil mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil.

Saat Presiden Jokowi tiba mereka kian semangat menyanyikan lagu tersebut, terlebih ketika Presiden membuka kaca mobil dan melambaikan tangan ke arah mereka.

Ketika Presiden Jokowi memasuki Stadium, WNI yang telah berada di dalamnya menyanyikan lagu berjudul Gebyar-Gebyar dipandu sejumlah penyanyi seperti Ike Nurjanah dan Didi Kempot. Presiden menyempatkan diri untuk menyapa dan bersalaman secara berkeliling ke sejumlah WNI di Stadium.

Presiden disambut Kepala Protokol Negara Kementerian Luar Negeri Malaysia Dato Mohd Ashri Muda. Sementara di bawah tangga pesawat, Presiden dikalungi kain tradisional pua kumbu oleh dua anak daerah Sarawak.

Presiden datang ke Kuching, Malaysia, untuk menghadiri Annual Consultation atau konsultasi tahunan ke-12 RI-Malaysia. Dalam konsultasi tahunan ini, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohamad Najib akan membahas berbagai isu priroritas bagi kedua negara serta mendorong realisasi berbagai komitmen yang telah dihasilkan.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana menyambut baik dan bersyukur atas kehadiran Presiden di Kuching, untuk menghadiri acara Temu Kangen Masyarakat Indonesia di Sarawak dengan Presiden RI. 

Rusdi melaporkan berbagai program yang telah dirintisnya di Malaysia dan memutarkan video berjudul "Aku Mau Sukses".

Dalam acara Temu Kangen Presiden RI itu juga diserahkan bantuan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk TKI, penyerahan paspor kepada empat keluarga WNI, dan penyerahan akta kelahiran kepada anak-anak WNI.

Presiden dalam sambutannya menitipkan berbagai hal, di antaranya bahwa semua WNI yang bekerja di Malaysia harus memiliki paspor. "Saya titip yang pertama. Semuanya harus pegang paspor, yang belum pegang paspor segera urus di Konjen," katanya.

Ia mengatakan sudah memerintahkan kepada Dubes RI di Malaysia agar semua yang berurusan di paspor dipercepat dan tidak ada pungutan lain selain harga yang resmi.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Dubes, Pak Konjen hati-hati soal paspor harus dilayani yang cepat, awas kalau ada yang main-main masalah ini," katanya.

Presiden juga menekankan pentingnya anak-anak WNI untuk memiliki akta kelahiran yang harus segera diurus, menyekolahkan anak-anak, dan memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditawarkan pemerintah dengan baik.

Presiden juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan sejumlah warga yang hadir dari Kuching dan sekitarnya, memberikan quiz ringan, dan menghadiahkan sepeda kepada sejumlah warga yang maju ke panggung, salah satunya kepada anak pekerja TKI Nur Hafizah asal Palopo.

Nur menjawab pertanyaan nama-nama suku di Indonesia yakni Suku Bugis, Suku Makassar, dan Suku Jawa. (ant/lis)