Banjir Kepung Pemukiman Aceh Jaya Hingga 1,5 Meter

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 35

Banjir Kepung Pemukiman Aceh Jaya Hingga 1,5 Meter
Ilustrasi. Net
MEULABOH, SP - Banjir datang dengan tiba-tiba mengepung sejumlah desa di Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Minggu (3/12), sore, akibat tingginya intensitas curah hujan mengguyur wilayah setempat sehari terakhir.

Sekretaris organisasi Solidaritas Aceh Jaya Peduli (Sayap), Hendri, yang dihubungi di Aceh Jaya, Minggu, menyampaikan, kondisi debit air banjir terus membesar. Akibatnya, masyarakat dari sejumlah desa masih berusaha keluar dari pemukiman mencari tempat ketinggian.

"Sekitar pukul 16.10 WIB tadi, banjirnya tiba-tiba datang deras ke pemukiman penduduk dan juga merendam rumah-rumah warga. Bahkan badan jalan utama untuk jalur evakuasi juga sudah direndam banjir lebih satu meter,"sebut Hendri, Minggu (3/12).

Sejumlah pemukiman yang terendam banjir dengan ketinggian 1-1,5 meter, sehingga masyarakat dari pedalaman bergegas meninggalkan rumahnya untuk menyelamatkan diri serta keluarga.

Hendri bersama sejumlah anggota organisasi Sayap, mengetahui kejadian tersebut karena ada rekannya yang merupakan warga setempat, beberapa pemuda Aceh Jaya tersebut langsung turun membantu evakuasi masyarakat yang terkurung banjir.

"Yang dapat kami akses dan ambil dokumentasi tadi, tepatnya di lintas jalur evakuasi masyarakat Desa Gle Putoh, itu kedalaman air banjir sudah 1,5 meter. Airnya terus naik, hujan juga terus mengguyur, bisa jadi malam ini banjir semakin besar," imbuhnya.

Hendri menceritakan, ketika melintasi jalan evakuasi untuk membantu masyarakat, ia harus menggunakan pelampung seperti ban dalam mobil. Masyarakat baik yang tua, maupun muda hanya membawa beberapa lembar pakaian kering, sementara anak-anak digendong oleh orangtuanya.

Musibah tersebut sudah dilaporkan kepada instansi terkait dan dirinya menghubungi relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh Jaya, untuk membantu bersama pihak terkait lainnya dengan membawa perahu karet untuk menyelamatkan anak-anak dan wanita.

Sebagian besar yang sudah bisa menyeberang adalah kaum laki-laki, usia muda dan tua, sementara wanita dan anak-anak, itu masih banyak disana. Mereka mau keluar sebab sudah hampir malam, sementara kondisi air banjir terus deras.

"Saya sudah menghubungi Tagana tadi. Mereka sedang turunkan perahu karet membantu evakuasi warga malam ini. Kalau tidak mengungsi malam ini sepertinya sangat bahaya, sebab air banjir terus naik dan membesar," katanya menambahkan.

Di Jawa Tengah, ratusan rumah warga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (3/12), kembali terendam banjir karena tanggul penahan gelombang pantai jebol sehingga terjadi rob.

Ketiggian air yang merendam rumah penduduk mencapai sekitar 50 sentimeter sehingga kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

Beberapa wilayah yang terendam banjir rob tersebut, antara lain Kelurahan Kandang Panjang, Panjang wetan, Bandengan, Krapyak, Panjang Baru, Dukuh, Degayu, Pasir Kramat, dan Pedukuhan Kraton.

Kendati permukiman terendam banjir, para penduduk masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing karena alasan untuk menjaga harta bendanya.

Hingga Minggu (3/12) sore ini, kondisi permukiman penduduk di dua wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat tersebut masuh tergenang air rob.

Warga, Slamet Riyadi mengatakan banjir yang melanda di sejumlah kelurahan itu sudah terjadi dua kali, yaitu pada Jumat (1/12) dan menyusul lagi pada Minggu (3/12) pagi.

"Banjir yang terjadi pada Jumat (1/12) masih belum surut sepenuhnya menggenangi permukiman warga. Akan kini banjir makin bertambah setelah rob menggenangi permukiman penduduk mencapai sekitar 50 sentimeter," katanya. (ant/lis)