Forum Lingkungan Hidup Global Dimulai di Kenya

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 43

Forum Lingkungan Hidup Global Dimulai di Kenya
FORUM LH - Pertemuan ketiga United Nations Environment Assembly (UNEA3) dibuka di Nairobi, Kenya, Selasa (4/12). (New China)
NAIROBI, SP - Babak ketiga Majelis Lingkungan Hidup PBB (UNEA3) dibuka di Nairobi, Kenya, pada Senin (4/12) dan semua delegasi kembali menyerukan upaya kolektif guna menanggulangi polusi.

Tema kegiatan lingkungan hidup global tahun ini, "Towards a Pollution-Free Planet", berusaha menghimpun pemerintah, industri dan masyarakat sipil untuk mendukung langkah inovatif pengelolaan limbah.

Delegasi yang menghadiri pertemuan umum lingkungan hidup global tiga-hari dijadwalkan membahas rancangan kebijakan dan teknologi yang berdasarkan campur-tangan guna mengurangi ancaman polusi.

Edgar Gutierrez, Presiden UNEA3 dan Menteri Urusan Lingkungan Hidup dan Energi Kosta Rika, mengatakan pembuat kebijakan, pemimpin industri dan pegiat akar rumput bersatu dalam tekad mereka untuk menemukan penyelesaian yang langgeng bagi krisis polusi.

"Setiap orang terpengaruh oleh polusi dan sasaran bersama kita ialah menguranginya melalui campur-tangan yang dilandasi ilmu pengetahuan," kata Gutierrez, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa (5/12) malam. 

Ia menambahkan keinginan baik politik diperlukan guna menanggulangi ancaman polusi.

Ketika berbicara dalam upacara pembukaan pertemuan itu, Judi Wakhungu Sekretaris Kabinet Kenya Urusan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam mengatakan, "Saat kita berjuang untuk mengembangkan dan menyediakan layanan yang lebih baik buat rakyat kita, polusi juga meningkat. Sudah tiba waktunya bagi dunia untuk menangani tantangan ini tanpa penundaan." 

Ia menegaskan, semua menghargai bahwa planet yang bebas polusi tak bisa dicapai secara terpisah. “Alasan yang kuat buat kita ialah bekerjasama mengenai masalah ini," kata Wakhungu.

Wanita pejabat tersebut kembali menegaskan dukungan Kenya bagi gagasan banyak pihak yang bertujuan mengaktifkan kembali perang melawan polusi --yang dituding sebagai penyebab kemerosotan ekosistem dan beban penyakit yang lebih besar di kalangan masyarakat miskin.

Erik Solheim, Direktur Pelaksana Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP), mengatakan satu visi bagi planet yang bebas polusi dapat dicapai jika pemegang saham utama meningkatkan sumbangan mereka.

"Ada manfaat sangat besar jika kita memerangi polusi dan semuanya meliputi penciptaan lapangan kerja dan kesehatan manusia. Kita perlu menekan para politikus dan pemimpin bisnis untuk mengangani polusi," kata Solheim.

Menteri Urusan Lingkungan Hidup, pemimpin industri, sivitas akademika dan masyarakat sipil dijadwalkan mensahkan langkah besar untuk memperbarui perang melawan polusi pada akhir Majelis Lingkungan Hidup global tiga-hari. (ant/lis)