Ketua MPR Sebut Trump Gila dan Brengsek

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 263

Ketua MPR Sebut Trump Gila dan Brengsek
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan. (Net)
JAKARTA, SP - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan turut hadir dalam aksi bela Palestina 1712. Zulkifli menyatakan, pengusiran Duta Besar Amerika Serikat tidak akan menyelesaikan masalah, terutama terkait keputusan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem ibu kota Israel.

Menurut Zulkifli hal itu tak lepas dari belum tentu semua warga Amerika Serikat mengambil sikap serupa dengan Trump.

"(Pengusiran) tidak menyelesaikan soal. Ini kan Trump. Trump memang agak gila. Belum tentu semua Amerika begitu. Belum tentu semuanya. Banyak juga yang menentang," ujarnya sela aksi bela Palestina di lingkungan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan dirinya mendukung penuh aksi bela Palestina. Menurutnya, kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Selain itu, terjadi kejahatan kemanusiaan di Palestina yang jelas bertentangan dengan sila Pancasila, khususnya sila kedua.

"Jadi perintah konstitusi kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia. Apakah Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, siapa saja latar belakangnya apa saja," tambahnya.

Ia pun berkata bahwa Trump telah mengkhianati konstitusi AS. Pemimpin Amerika terdahulu, lanjutnya, memperjuangkan perdamaian antara kedua negara, Palestina dan Amerika Serikat, tapi ia malah membuat pernyataan yang memicu kontroversi.

"Trump berkhianat terhadap rakyatnya, terhadap pemimpin terdahulu, konstitusi, berkhianat terhadap resolusi PBB, dan berkhianat terhadap perdamaian dunia. Jadi Trump memang brengsek," ujarnya.

Ribuan orang melakukan Aksi Bela Palestina di kawasan Monas dan depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu (17/12). Aksi 1712 ini diikuti berbagai elemen dan ormas untuk mendukung Palestina.

Dalam aksi, massa menyerukan tuntutan kepada Presiden Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang Yerusalem ibu kota Israel.

Ketika melakukan orasi di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat , satu orator, M Darwin Lubis mengajak umat Islam untuk bersatu demi dunia yang aman.

"Kejahatan lawanlah dengan kekuatan. Kalau tidak bisa ya dengan ucapan. Takut? Berdoalah, itu perjuangan yang paling kecil," ujarnya saat berorasi.

Ia pun mengajak peserta aksi untuk memisahkan antara Trump dengan warga Amerika Serikat. Menurut Darwin, musuh mereka adalah Trump, bukan warga AS.

"Musuh kita Donald Trump. Kalau kita betul-betul mengakui Palestina, kalau mengakui takut-takut tak usahlah. Dengan doa umat Islam, Israel bisa kita selesaikan," ujar dia. (cnn/ind)