Puskesmas Rusak di Demak

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 216

Puskesmas Rusak di Demak
Kondisi Puskesman Di Demak Yang Memprihatinkan

Warga Sebut Seperti Kandang Kambing 


Bangunan puskesmas Desa Kedung Mutih, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak sangat memprihatinkan. Warga setempat bahkan menyebutnya sebagai kandang wedus atau kambing.

SP - Bangunan yang berada di atas lahan desa seluas 28x14 meter tersebut sudah rapuh di bagian dinding dan atapnya. Pagar teras puskesmas juga dibuat menjemur pakaian oleh warga sekitar. Dari sekitar enam ruangan, hanya satu yang masih dapat digunakan. Selain itu, halaman sekitar puskesmas terendam air jika musim hujan dan rob.

Kedung Mutih merupakan desa paling ujung dan hanya berbatasan sungai dengan Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan warga terpaksa ke puskesmas Desa Mutih yang berjarak sekitar 7 kilometer.

"Bangunan puskesmas sangat tidak layak. Sudah rusak parah. Kalau boleh menyebut ya seperti kandang wedus," kata Limin (30) warga Kedung Mutih, Senin (18/12)
Menurutnya, warga lebih memilih ke bidan yang membuka pelayanan kesehatan secara swasta. 

"Ya ke rumah bidan, tapi kalau ada yang sakit biasanya ke puskesmas desa tetangga jaraknya paling tidak 7 kilometer," paparnya.

Kepala Desa Kedung Mutih, Suhari mengaku sudah berulangkali mengajukan perbaikan bangunan puskesmas ke Pemerintah Kabupaten Demak. Namun, belum ada tanggapan serius hingga saat ini. 

"Lahan puskesmas itu sering kena banjir. Sudah sering kami ajukan untuk dipindah dan dibangun tapi belum ada sampai sekarang," ujar dia.

Sebenarnya luas lahan puskesmas sangat standar untuk keperluan pelayanan.

"Luasnya 28x14 meter. Dulunya sering jadi tempat pelayanan kesehatan bahkan dari warga desa lain. Tapi sekarang terbalik. Kondisi ini sudah hampir lima tahun," katanya.

Ia menambahkan, pengajuan perbaikan puskesmas terakhir dilakukan sekitar kurang dari satu tahun. Sempat mendapat persetujuan Dinas Kesehatan setempat, namun hingga saat ini dana itu belum terealisasi.

"Usulan desa puskesmas akan dipindah ke lokasi madrasah yang lebih aman dari banjir. Namun harus ada uang tukar guling. Kami minta Rp 150 juta itu susah tukar guling sekaligus bangunan. Sempat disetujui Dinkes tapi gagal tanpa alasan yang jelas," lanjutnya.

Warga Desa Kedung Mutih sendiri 4.249 jiwa, terbagi dalam 30 RT dan 3 RW. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kini harus ke puskesmas desa tetangga.

Saat ini, pihaknya telah menganggarkan Rp10 juta untuk pengadaan pelayanan kesehatan sementara karena pelayanan puskesmas ini telah mandeg. 

"Ada satu bidan yang bertugas di situ, tapi tidak bisa memberikan pelayanan dengan baik. Sama saja mandeg," jelasnya.

"Ada bangunan kosong di balai desa. Nantinya kami sekat untuk pelayanan kesehatan. Sudah kami anggarkan Rp10 juta. Harapannya segera mendapat perhatian dari pemerintah," imbuhnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, Anggoro Karya Adisarsono menuturkan bahwa di tahun 2017 rencana ada 6 puskesmas pembantu di Kabupaten Demak yang akan direnovasi melalui APBD.

"Namun karena ada rasionalisasi anggaran, sehingga ada pemotongan dari enam menjadi tiga puskesmas pembantu yang direnovasi. Di Kecamatan Bonang, Kecamatan Dempet dan satu lagi di Desa Babalan Kecamatan Wedung," ujarnya.

Untuk itu, warga Kedung Mutih nantinya dapat menikmati layanan kesehatan di puskesmas Desa Babalan Kecamatan Wedung.

"Itu masih bisa diakses karena jaraknya dekat. Saat ini masih dalam pembangunan," lanjutnya.

Namun demikian, pihaknya masih belum bisa memastikan di tahun 2018 juga akan mendapat kucuran anggaran dana untuk puskesmas Kedung Mutih.

"Masih belum tahu, tapi di tahun 2018 sepertinya tidak ada anggaran untuk pembangunan fisik," papar dia.

Pihaknya meminta kepada pihak desa untuk menyediakan lahan sementara bagi sarana pelayanan kesehatan.

"Untuk sementara saja, desa diharapkan menyiapkan lahan untuk puskesmas sementara," pungkasnya. (tik/ind)