KPK Amankan Enam Orang Dalam OTT

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 228

KPK Amankan Enam Orang Dalam OTT
Ilustrasi. Net
JAKARTA, SP - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan Surabaya, Jawa Timur.

"Ada enam orang yang diamankan, enam orang termasuk satu kepala daerah, pejabat daerah setempat, dan swasta. Ada yang diamankan di Kalimantan Selatan dan Surabaya. Di Surabaya pihak swasta yang diamankan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif termasuk yang terjaring dalam OTT tersebut.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa telah terjadi transaksi penerimaan hadiah atau janji diduga lebih dari Rp1 miliar terkait proyek pembangunan Rumah Sakit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

"Kami juga mengamankan uang ratusan juta Rupiah di daerah Kalimantan Selatan tersebut. Informasi yang lebih rinci kami akan sampaikan dalam konferensi pers besok. Dari enam orang itu itu siapa saja yang kemudian memenuhi syarat-syarat bukti permulaan yang cukup dan statusnya seperti apa kami sampaikan besok," tuturnya.

Untuk pihak-pihak yang diamankan di Kalimantan Selatan, kata Febri, direncanakan akan dibawa ke gedung KPK, Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif terlebih dahulu di Mako Brimob Kalimantan Selatan.

"Direncanakan mereka yang diamankan di Kalimantan Selatan akan dibawa ke gedung KPK untuk diproses lebih lanjut," ungkap Febri.

Ia pun belum bisa memberikan penjelaskan secara rinci soal nama, inisial maupun jabatan dari pihak-pihak yang diamankan itu.

"Saya belum bisa konfirmasi soal nama, inisial, dan jabatan secara spesifik karena kami masih akan melakukan pemeriksaan maksimal 1X24 jam," ujar Febri. 

Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Abdul Latif (AL) yang terjaring dalam OTT KPK mengalami lonjakan harta kekayaan sekitar tujuh kali lipat dalam tempo 11 tahun.

Hal itu didasarkan atas perbandingan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Latif pada 2004 dan 2015, yang diakses di laman acch.kpk.go.id, Kamis (4/1).

Dalam LHKPN yang dilaporkan Latif pada 8 Januari 2004, kekayaannya mencapai Rp6 miliar. Pada LHKPN saat ia akan mencalonkan diri sebagai Bupati Hulu Sungai Tengah atau ketika masih menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Selatan pada 3 Mei 2015, total kekayaannya mencapai Rp41,1 miliar. 

Rincian hartanya, berdasarkan lembaran LHKPN 2015, dia memiliki harta tak bergerak berupa 36 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Balangan, serta Kota Banjarbaru, senilai Rp36,5 miliar.

Latif juga memiliki harta bergerak berupa mobil Jeep Wrangler senilai Rp900 juta, logam mulia bernilai Rp112,2 juta, dan benda bergerak lainnya senilai Rp110 juta. Bupati yang diusung oleh PKS dan PKB itu juga tercatat memiliki giro dan setara kas sebesar Rp3,4 miliar.

Setelah terpilih menjadi Bupati Hulu Sungai Tengah, Latif belum melaporkan kembali harta kekayaannya. (ant/cnn/lis)

Komentar