Jokowi Hadiri Ultah Megawati 71 Tahun

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 234

Jokowi Hadiri Ultah Megawati 71 Tahun
ULTAH MEGA 71 - Presiden RI, Joko Widodo menghadiri Ultah Ketum PDIP Megawati ke 71, Selasa (23/1). Ultah Megawati dirayakan dengan pagelaran Teater Kebangsaan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (Setpres)
JAKARTA, SP - Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan genap berusia 71 tahun pada Selasa hari ini dan dirayakan dengan pagelaran Teater Kebangsaan.

PDI Perjuangan merayakan pagelaran Teater Kebangsaan dengan lakon "Satyam Eva Jayati" yang dipimpin Butet Kertaradjasa, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui pernyataan tertulisnya, mengatakan, "Satyam Eva Jayate" adalah semboyan dari bahasa Sansekerta yang artinya "hanya kebenaran yang berjaya".

Lakon yang ditampilkan oleh Teater Kebangsaan pimpinan Butet Kertaradjasa, menurut Hasto, sesuai dengan keyakinan yang selama ini menjadi pegadangan Megawati Soekarnoputri dalam menjalani kehidupan, termasuk saat memimpin negara, dan PDI Perjuangan saat ini.

"Bahwa hanya kebenaran yang akhirnya akan berjaya," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, perjalanan politik yang dialami Megawati telah membuktikan bahwa politik berkeadaban dan tidak menghalalkan segala caralah yang akan menang.

Keteguhan Megawati inilah, kata dia, yang turut menempa PDI Perjuangan sebagai partai ideologis dalam memperjuangkan ideologi Bung Karno.

"Tanpa keyakinan dan keteguhan politik Ibu Megawati, PDI Perjuangan tidak akan seperti sekarang ini," kata Hasto.

Pada 23 Januari 2018, Presiden ke-5 Republik Indonesia (2001-2004) Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-71 dan dia menjadi tokoh perempuan satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia yang terlama dalam menjabat ketua umum partai sejak 1993 hingga kini.

Partai yang dipimpin Megawati bahkan merupakan partai berkuasa (the ruling party) berdasarkan hasil Pemilu 2014, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang mengantarkan duet Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Megawati masih menjadi tokoh sentral dan magnet yang memiliki daya pengaruh begitu kuat dalam konstelasi politik nasional dan kebijakan pemerintahan serta kenegaraan.

Ketokohannya begitu dihormati dan disegani, tidak hanya oleh seluruh kader dari partai politik yang dipimpinnya tetapi juga oleh lawan-lawan politiknya.

Megawati "dibesarkan" oleh rezim Orde Baru yang menekan dia habis-habisan. Bayangkan bila ketika itu Megawati didukung oleh pemerintah, karir politik di partainya barangkali sudah tamat, apalagi PDI merupakan hasil rekayasa pemerintah.

Lihat saja Ketua Umum PDI hasil Kongres I di Jakarta pada Senin-Selasa 12-13 April 1976 terpilih secara aklamasi Mohamad Sanusi Hardjadinata, calon dari pemerintah. Politisi PNI itu sebelumnya menjabat Gubernur Jawa Barat (1951-1956), Mendagri (1957-1959), dan Mendikbud (1967-1968).

Soerjadi mengajak Megawati dan Guruh terjun ke politik praktis bersama PDI sehingga mereka terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 1987. Soerjadi tak hanya Ketua Umum DPP PDI tetapi juga Wakil Ketua MPR/DPR dua periode sejak 1987 hingga 1997.

Sejarah membuktikan, tokoh yang dizalimi oleh penguasa, berbalik menjadi besar, mendapat dukungan rakyat secara demokratis, bahkan bisa memimpin Republik Indonesia.

Memang masa pemerintahan Megawati hanya tiga tahun, dan kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres langsung pertama pada 2004, untuk masuk ke periode selanjutnya.

Namun kesabarannya selama 10 tahun di luar pemerintahan sejak 2004-2014 telah mengantarkan dia untuk kembali memenangkan partainya pada Pemilu 2014 sekaligus memenangkan pasangan jagonya, Jokowi dan JK, memimpin negeri ini untuk periode 2014-2019 dari Pilpres 2014.

Wajar banyak kalangan menyebut Megawati sebagai tokoh di balik layar dari pemerintahan saat ini dan perjuangan sesungguhnya memang teruji saat memegang kendali kekuasaan untuk benar-benar berjuang demi rakyat sebagaimana yang kerap digelorakan.

Sebagai ibu bangsa, Megawati masih menjadi figur sentral dalam pentas nasional. (ant/lis)