Presiden: Hobi Burung Gerakkan Ekonomi Rp1,7 Triliun

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 315

Presiden: Hobi Burung Gerakkan Ekonomi Rp1,7 Triliun
PIALA PRESIDEN - Presiden Joko Widodo memperhatikan burung-burung yang berhasil ditangkarkan. Kegiatan itu dilakukan disela acara lomba festival dan pameran burung berkicau tingkat nasional, memperebutkan Piala Presiden di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/3).
BOGOR, SP - Presiden Joko Widodo mengungkapkan hobi burung yang ada di Indonesia telah berhasil menggerakan perekonomian kerakyatan mencapai Rp1,7 triliun per tahun.

"Untuk ekonomi perputarannya mencapai Rp1,7 triliun per tahun, artinya di sisi penangkaran, pakan, sangkar, obata-obatan," kata Presiden kepada wartawan di Kebun Raya Bogor, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Presiden yang didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Koordinator Staf Ahli Presiden Teten Masduki menghadiri festival dan pameran burung berkicau tingkat nasional memperebutkan Piala Presiden di Kebun Raya Bogor.

Kepala Negara mengatakan dengan adanya penangkaran burung ini, selain mendorong ekonomi juga memberikan ruang kepada para pecinta atau yang lebih dikenal kicaumania bisa menyalurkan hobinya juga pelestarian burung yang ada di Indonesia.

Jokowi mengungkapkan berdasarkan laporan spesies burung di Indonesia mencapai 1.660-an yang merupakan anegerah yang diberikan Sang Pencipta.

"Informasi yang diberikan kepada saya ada 1.660-an sepesis jenis burung yang ada di negara kita. Jelas sebuah kekayaan yang besar diberikan Allah kepada kita," kata Jokowi.

Para kicaumania seluruh Nusantara dengan sekitar 3.000 burung mengikuti festival dan pameran burung berkicau tingkat nasional memperebutkan Piala Presiden di Kebun Raya Bogor, Minggu.

Sebanyak 3.000 burung ini akan mengikuti 30 kelas yang dilombakan untuk mendapatkan Piala Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo berniat membeli burung pemenang lamba kicau kelas Burung Muray Batu yang mengikuti lomba Piala Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor, Minggu.

"Yang juara satu akan saya beli. sudah ditawar, pemiliknya bilang ngak mau dijual," kata Presiden kepada wartawan di Kebun Raya Bogor.

Jokowi mengaku dirinya ikut lomba, namun tidak menang. "Ya udah kalah, mau gimana lagi," kata Presiden.

Kepala Negara mengaku dirinya hanya penikmat saja, karena yang lebih suka itu Ibu Iriana Jokowi dan putrinya, Kahiyang Ayu.

"Sebetulnya yang senang Ibu Jokowi sama Kahiyang. Saya hanya penikmat aja. saya hanya dengerin aja," ujarnya.

Presiden mengaku senang adanya lomba burung ini, karena telah mendorong adanya penangkaran sehingga spesies burung yang ada tidak punah.

"Saya menghargai tadi banyaknya penangkaran burung yang ada di daerah, tadi ada penangkaran muray, kolibri, jalak, Jalak Bali dulu hampir punah sekarang banyak lagi karena berhasil ditangkarkan. Sekarang jumlahnya banyak lagi," katanya.

Menurut Presiden, dengan adanya penangkaran-penangkaran seperti itu, selain memberikan ruang bagi pehobi, penggemar burung, juga menjaga kelestarian spesies burung dari kepunahan.

Dalam kelas loma Muaray Batu, Presiden memberikan langsung pialanya kepada pemenang asal Brebes, Jawa Tengah.

Ade, pemilik burung pemenang lomba mengakui kalau burungnya mau dibeli Presiden, namuan dirinya tidak mau menjualnya.

"Kalau dijual, nanti saya tidak mendapatkan burung seperti ini lagi," kata Ade. (ant/lis)