OSO Ikuti Paripurna MPR Lantik Tiga Pimpinan Baru

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 82

OSO Ikuti Paripurna MPR Lantik Tiga Pimpinan Baru
PELANTIKAN WAKIR MPR - Ketua DPD RI, Oesman Sapta hadir dalam pelantikan tiga wakil ketua MPR yang baru di gedung parlemen. Oesman bersama pimpinan MPR lainnya (dari kiri-kanan), Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Zulkifli Hasan, EE Mangindaan, dan Oesman Sapta
JAKARTA, SP – Ketua DPD RI, Oesman Sapta menghadiri pelantikan tiga pimpinan tambahan MPR RI yang baru dilantik pada sidang paripurna MPR RI di Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (26/3). 

Ketiga calon pimpinan baru yang ditetapkan dan dilantik adalah Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Ahmad Basarah dari PDI Perjuangan, dan Ahmad Muzani dari Partai Gerindra. 

Penetapan dan pelantikan tiga wakil ketua MPR tersebut, merupakan konsekuensi dari terbitnya UU Nomor 2 Tahun 2018, sebagai revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau dikenal dengan UU MD3. Penambahan jumlah pimpinan MPR, yakni dari lima orang menjadi delapan orang.

Perkembangan situasi kebangsaan saat ini, khususnya di tahun politik yang akan menghadapi Pilkada 2018, Pemilu Legislatif (Pileg), dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, membutuhkan penambahan kekuatan, yaitu di unsur Pimpinan MPR.

Tugas tiga Pimpinan MPR sudah diatur oleh Kesekjenan MPR, namun yang terpenting adalah, bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi perilaku kehidupan masyarakat Indonesia.

Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan mengatakan, penambahan tiga Pimpinan MPR akan memperkuat kinerja institusi tersebut, khususnya menjadikan Pancasila sebagai perilaku kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Zulkifli Hasan dalam sambutannya mengatakan, penambahan jumlah pimpinan MPR RI dari lima orang menjadi delapan orang, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga MPR RI.

"Semoga tambahan kursi pimpinan MPR RI dapat meningkatkan kinerja MPR RI dalam menjalankan tugas-tugasnya konstitusionalnya," katanya.

Zulkifli menegaskan, dengan meningkatnya kinerja MPR RI maka diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga MPR RI.

Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah menegaskan, tidak ada pergantian wakil ketua. "Kalau untuk pergantian itu forumnya berbeda, cukup dilakukan di hadapan pimpinan MPR. Tapi kalau penetapan dan pelantikan pimpinan baru harus melalui sidang paripurna," kata Siti.

Acara dimulai pada pukul 12.50 WIB, Ketua MA, Ketua Lembaga Negara dan Ketua Umum Parpol didampingi Wakil Sekretaris Jenderal MPR mulai berjalan menuju ruang sidang paripurna. Lima menit kemudian, Pimpinan MPR didampingi Sekretaris Jenderal MPR menuju lift lantai dasar Gedung Nusantara, selanjutnya memasuki ruang sidang paripurna MPR.

Pada pukul 13.00 WIB, sidang paripurna MPR dengan agenda tunggal pelantikan dan pengucapan sumpah pimpinan MPR tambahan dimulai.

"Seperti biasa diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya," ujar Siti Fauziah.

Setelah itu Ketua MPR memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan. Dilanjutkan Ketua MPR membuka sidang paripurna MPR. "Lalu, dilakukan pengucapan sumpah wakil ketua MPR dipandu oleh Ketua MA. Para wakil ketua MPR yang akan dilantik, ketua MA, dan rohaniawan dipersilakan menempati tempat yang telah disediakan. Pimpinan MPR juga menempati tempat yang disediakan," kata Siti Fauziah.

Setelah pengucapan sumpah wakil ketua MPR, ketiga wakil ketua menempati kursi Pimpinan MPR. Jadi sejajar dengan pimpinan MPR lainnya. Jumlah Pimpinan MPR menjadi delapan orang.

"Sebelum pengucapan sumpah, ketiganya masih duduk di kursi anggota MPR karena statusnya masih anggota," kata Siti Fauziah.

Kemudian pembacaan doa oleh anggota MPR dari Fraksi PKB. Setelah pembacaan doa, pimpinan sidang menutup sidang paripurna MPR.

"Sidang paripurna MPR ditutup dengan kembali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya," ucap Siti Fauziah. (ant/lis)