Kampanye Pola Hidup Hanya Konsumsi Pangan Nabati, Sophia dan Kaka Tantang Fans Jalani Vegan

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 189

Kampanye Pola Hidup Hanya Konsumsi Pangan Nabati, Sophia dan Kaka Tantang Fans Jalani Vegan
HIDUP VEGAN - Artis Sophia Latjuba dan putrinya Eva Celia melakukan kampanye pola hidup vegan (hanya mengkonsumsi pangan nabati), karena prihatin pada kelangsungan planet bumi akibat industri peternakan yang masif. (antara)
Vokalis grup band legendaris Slank Akhadi Wira Satriaji atau kerap disapa Kaka menantang siapa pun termasuk fans-nya untuk menjalani pola hidup vegan atau hanya mengkonsumsi pangan nabati.

SP - Kaka di Jakarta, Rabu, menyampaikan kepada masyarakat Indonesia sebuah tantangan untuk menjalani pola hidup vegan cukup selama tujuh hari saja.

"Saya sudah vegan, kini saya menantang Anda untuk vegan selama 7 hari," kata pria yang lahir di Jakarta, 10 Maret 1974 itu.

Kaka amat mendukung pola hidup vegan bahkan memberikan dukungan terhadap organisasi dan komunitasnya, yakni Indonesia Vegetarian Society (IVS).

Menurut Kaka yang dalam sejarah hidupnya pernah terjerat narkoba itu dengan vegan maka berbagai manfaat dapat dipetik terutama tubuh yang semakin sehat dan bugar.

Apalagi tantangan vegan 7 hari yang disampaikannya itu merupakan program IVS dengan hadiah menarik yakni bagi 100 penantang pertama yang berhasil sama artinya memberikan kontribusi terhadap anak gizi buruk Indonesia.

IVS dan VSI Charity mendonasikan Rp50.000 per satu penantang yang berhasil menjalani vegan 7 hari kepada satu anak gizi buruk.

Kaka sendiri sudah hampir setahun menjalani pola makan tanpa pangan hewani, berhenti merokok, dan mengkonsumsi hanya pangan nabati saja.

Ia memutuskan untuk vegan lantaran keinginan untuk hidup lebih sederhana seperti kehidupan masyarakat di desa sekaligus kecintaan dan respeknya yang kian besar kepada binatang.

"Saya pingin pola makan seperti orang di desa, nasi sayur tempe, sederhana. Semakin ke sini respekku pada binatang semakin tinggi jadi enggak tega lagi makan daging-dagingan," kata bungsu dari empat bersaudara itu.

Artis ternama Sophia Latjuba dan putrinya Eva Celia melakukan kampanye pola hidup vegan (hanya mengkonsumsi pangan nabati) karena prihatin pada kelangsungan planet bumi akibat industri peternakan yang masif.

Sophia Latjuba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan sejatinya ada berbagai alasan yang menjadi motivasi dan alasan kenapa dia beralih menjadi seorang vegan.

"Saya tidak bisa membiarkan pengrusakan habitat alam, lingkungan, dan planet bumi terjadi di depan mata saya. Untuk hal yang satu ini, saya dan kita semua harus berani bersuara lantang," kata artis yang juga dikenal dengan nama Sophia Muller itu.

Ia tidak memungkiri bahwa sebagian orang memiliki prinsip "hidup sehat adalah pilihan" dan hal itu tidak bisa dipaksakan.

"Tetapi, orang-orang harus paham bahwa mereka hidup di dunia ini tidak sendirian. Kita hidup bersama-sama di planet bumi yang sama, dan satu-satunya," tuturnya.

Sophia mengingatkan tentang dampak industri peternakan modern terhadap habitat alam, lingkungan dan kelangsungan berbagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Industri peternakan modern, kata dia, banyak mengkonversi hutan untuk dijadikan lahan peternakan.

"Ini berarti bahwa pasokan oksigen yang sebelumnya dihasilkan oleh rerimbunan pohon tersebut, akan berkurang. Industri peternakan modern juga membutuhkan pasokan air bersih yang sangat banyak. Belum lagi kotoran dari hewan ternak yang melepaskan gas buangan yang menjadi salah satu sumber emisi gas rumah kaca," ujarnya.

Tak berbeda jauh dengan sang ibu, Eva Celia juga telah menjalani pola hidup vegan. Bahkan menurut Sophia, Eva termasuk aliran garis keras.

Pola vegan yang dijalani oleh Eva, tidak hanya sebatas pola makan yang menolak atau menghindari semua produk hewan beserta turunannya termasuk susu, telur, dan madu.

Namun lebih jauh lagi, Eva juga menolak atau menghindari semua produk fashion yang berasal dari produk hewan seperti tas kulit, ikat pinggang kulit, sepatu kulit, dan lain-lain. (antara/lis)