Presiden: Bank Wakaf Mikro Bisa Non-Ponpes

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 125

Presiden: Bank Wakaf Mikro Bisa Non-Ponpes
BANK WAKAF - Presiden Jokowi memberikan keterangan usai silaturahim dengan pengurus dan nasabah bank wakaf mikro di Istana Negara Jakarta, Rabu (28/3). (antara)
JAKARTA, SP - Presiden Joko Widodo menyatakan pendirian bank wakaf mikro tidak harus di lingkungan pondok pesantren (ponpes) tapi bisa juga di luar lingkungan ponpes.

"Iya, ini untuk komunitas- komunitas, memang tidak hanya di ponpes saja, tapi saat ini kita mulai di ponpes terlebih dahulu," kata Presiden Jokowi usai silaturahmi dengan pengurus dan nasabah bank wakaf mikro di Istana Negara Jakarta, Rabu (28/3).

Ia menyebutkan pada Rabu ini, pengurus dan nasabah bank wakaf mikro dikumpulkan untuk didengar masukannya dalam pengembangan bank itu.

"Kita kumpulkan pengurus dan nasabah bank wakaf mikro karena kita ingin mendapatkan masukan langsung dari lapangan, ada permasalahan apa di sana," katanya.
Intinya, tidak ada permasalahan, hanya saja memang besaran pinjaman yang nanti perlu diperhatikan.

"OJK saya harapkan nanti bisa merumuskan besaran pinjaman, ada yang memang hanya diberikan Rp1 juta, bisa juga Rp5 juta, kalau prospeknya bagus. Kalau prospek usahanya lebih bagus ya bisa saja Rp10 juta," katanya.

Menurut dia, pembukaan bank wakaf mikro memang diarahkan untuk pelaku usaha mikro yang tidak memiliki agunan sehingga yang biasa "larinya" ke bank keliling, bank plecit, mereka bisa masuk ke bank wakaf mikro.

"Ini akan terus kita perbaiki, untuk tahapan kedua akan tambah lagi 20, nanti tambah 20 lagi, nanti jadi ratusan bahkan ribuan," katanya.

Menurut dia, pemerintah akan membuka sebanyak-banyaknya bank wakaf mikro karena jumlah pondok pesantren banyak sekali. "Komunitas yang ingin mendirikan bank wakaf mikro itu banyak sekali.

“Kalau kita lihat tadi, ini sangat membantu pelaku usaha kecil," kata Jokowi.

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ikut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara silaturahmi di Istana Negara dengan pengurus dan nasabah bank wakaf mikro yang saat ini telah beroperasi.

Pertemuan ini menghadirkan sekitar 300 pengurus, nasabah dan pimpinan pesantren dari 20 bank wakaf mikro yang sudah mendapatkan ijin operasi dan menjadi proyek percontohan bank wakaf mikro tahap pertama OJK sejak 2017.

Berbagai kegiatan usaha yang diceritakan mencakup usaha warung kelontong, jualan bakso keliling, pengusaha makanan keripik, penjual sayur keliling, perajin batik dan tas sampai dengan penyedia kue dan usaha katering.

Pertumbuhan bisnis usaha kecil ini sejalan dengan tujuan pembentukan bank wakaf mikro yaitu untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat dengan memperluas penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil.

Pembentukan bank wakaf mikro di berbagai daerah dilakukan dengan menyertakan tokoh pengasuh pesantren serta dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri.

Bank wakaf mikro ini menyediakan akses permodalan bagi masyarakat yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal, khususnya di lingkungan pondok pesantren, yang jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu pondok pesantren.

Skema pendanaan bank wakaf mikro ini adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara tiga persen.

Bank wakaf mikro juga memberikan pendampingan bagi kelompok untuk membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.

OJK telah memberikan izin usaha kepada 20 bank wakaf mikro di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Jawa Barat (Cirebon, Bandung, Ciamis), Banten (Serang dan Lebak), Jawa Tengah (Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten), Yogyakarta dan Jawa Timur (Surabaya, Jombang, Kediri).

Hingga pertengahan Maret 2018, 20 bank wakaf mikro itu telah menyalurkan pembiayaan kepada 3.389 nasabah yang tergabung dalam 684 kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren, dengan total pembiayaan sebesar Rp3,05 miliar.

Dibandingkan akhir tahun 2017, jumlah nasabah bank wakaf mikro ini telah mengalami penambahan sebanyak 2.562 nasabah atau tumbuh 309,8 persen. Penyaluran pembiayaan juga mengalami penambahan sebesar Rp2,4 miliar rupiah atau tumbuh 363,8 persen.

Sebelumnya, Presiden telah meresmikan tiga bank wakaf mikro yaitu, Bank Wakaf Mikro KHAS Kempek di Cirebon, Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Surabaya dan Bank Wakaf Mikro An Nawawi Tanara Serang. (ant/lis)