Tiga Korban Kebakaran Tumpahan Minyak Belum Ditemukan

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 159

Tiga Korban Kebakaran Tumpahan Minyak Belum Ditemukan
KEBAKARAN - Kebakaran besar akibat tumpahan minyak pada Sabtu (31/3) siang, hingga Minggu sore pukul 16.00 Wita. (Okezone)
BALIKPAPAN, SP - Sebanyak tiga orang pemancing yang dilaporkan hilang di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, saat terjadi kebakaran besar akibat tumpahan minyak pada Sabtu (31/3) siang, hingga Minggu sore pukul 16.00 Wita belum ditemukan.

"Kami masih menggelar pencarian korban atas nama Sutoyo (42) dan Suyono (55), dan kemudian Agus Salim (42)," kata Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan Octavianto di Pos SAR Jetty Chevron Indonesia Company di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Menurut Octa, pencarian menjadi lebih sulit karena laut masih tercemar sisa-sisa minyak yang berwarna hitam dan berbau menyengat.

Sejumlah pratanda yang biasa muncul dalam keadaan normal dalam upaya pencarian orang hilang di air, menjadi tertutup oleh polutan (zat penyebab polusi-pencemaran lingkungan) tersebut.

"Di sekitar jetty ini saja baunya menyengat begini. Begitu pula di sekitar kapal MV Ever Judger sana," lanjut Octa.

Kapal Ever Judger adalah kapal yang tengah lego jangkar di tengah Teluk Balikpapan yang nyaris terbakar karena tumpahan minyak yang terbakar tidak jauh dari posisinya.

Kapal itu disemprot air oleh kapal pemadam kebakaran agar tidak panas dan kargonya berupa batu bara 74.000 ton tidak turut menyala dan terbakar.

"Sebab panas api saja bisa menyalakan batu bara," kata Octa.

Di sekitar MV Ever Judger yang berbendera Panama itu pencarian dilakukan intensif, seperti juga di bawah dermaga Pelabuhan Semayang.

"Radius pencarian kami luaskan hingga 6 kilometer persegi atau 3 mil persegi, dengan jarak tempuh 20 kilometer," jelas Octa.

Suyono dan Sutoyo diketahui adalah rekan dari Imam N yang siang saat kebakaran ditemukan tewas. Mereka pergi memancing dengan perahu yang sama.

Imam ditemukan bersamaan dengan jenazah Wahyu Gusti Anggoro (27), korban dari perahu yang berbeda dari trio Iman-Suyono-Sutoyo.

Suyono beralamat di Gunung Empat RT 40 dan Sutoyo yang tinggal di Klandasan Ulu RT 25.

Octa menambahkan bahwa selain para relawan dari Kantor SAR Balikpapan, turut terlibat dalam pencarian adalah para prajurit TNI-AL dari Lanal Balikpapan, kru HSE PT Pertamina RU V, petugas dari Polres Balikpapan dan Polsek Pelabuhan Semayang, KPPP Semayang, para relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan dan Penajam Paser Utara, dan petugas kesehatan dari Klinik Lanal, Klinik Ibnu Sina Pertamina, dan RS Pertamina.

Petugas melakukan pencarian dengan kapal SAR 408 Lamaru, perahu karet, dan sejumlah speedboat.

Kebakaran tumpahan minyak di Teluk Balikpapan memakan korban dua orang tewas dan satu mengalami luka bakar. Dua orang yang tewas diketahui sebagai pemancing dan seorang lagi warga negara asing anak buah kapal kargo batu bara yang sedang lego jangkar.

Dari identifikasi polisi di Ruang Mortuary RS Bhayangkara Balikpapan, diketahui nama korban adalah Imam N, kelahiran Kutai Lama, Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara 2 Mei 1976, dan Wahyu Gusti Anggoro, kelahiran Balikpapan 30 Juli 1990.

"Satu lagi korban adalah ABK berkewarganegaraan China dari Kapal Ever Judger yang mengalami luka bakar. Seluruh ABK kapal tersebut sebanyak 16 orang juga kami ungsikan ke darat," kata Kepala Polisi Resort Balikpapan Ajun Komisaris Besar Polisi Wiwin Fitra pada kesempatan terpisah.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki bagaimana munculnya kobaran api ditengah laut itu. Fakta sebelumnya muncul tumpahan minyak sepanjang 400 meter diduga kuat berhubungan erat dengan kejadian tersebut.

Tumpuhan minyak terjadi sejak pukul 03.00 dinihari dan begitu hari terang, unit dari Pertamina Refinery Unit (RU) V melakukan langkah-langkah pengamanan dan pembersihan.

"Kami bisa pastikan minyak itu bukan minyak mentah yang diolah di kilang. Minyak yang tumpah itu dari sampel yang kami ambil adalah MFO, marine fuel oil, atau minyak bahan bakar kapal," kata General Manager Pertamina RU V Togar MP. (ant/lis)