15 "Fintech" Sudah Terdaftar di BI

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 302

15
Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko
JAKARTA, SP - Bank Indonesia menyatakan sudah mengabulkan pendaftaran 15 penyelenggara layanan finansial berbasis teknologi (Fintech/Tekfin) sistem pembayaran dan sedang menunggu kesiapan belasan entitas tersebut untuk masuk ke "regulatory sandbox" untuk kemudian memperoleh izin.

Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko di Jakarta, Senin (2/4), mengatakan dari 15 tekfin itu, baru satu penyelenggara yakni PT Toko Pandai Nusantara (Toko Pandai) yang sistem operasionalnya masuk ke dalam uji coba terbatas (regulatory sandbox). 

Toko Pandai bisa masuk ke dalam regulatory sandbox memenuhi kriteria yang harus dipenuhi oleh penyelenggara fintech sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/14/PADG/2017. 

Kriteria tersebut diantaranya mengandung unsur yang dapat dikategorikan ke dalam sistem pembayaran, mengandung unsur inovasi, bermanfaat, bersifat noneksklusif, dapat digunakan secara massal, dan telah dilengkapi dengan identifikasi dan mitigasi risiko, serta hal lain yang dianggap penting oleh BI.

"Tekfin yang masuk ke 'regulatory sandbox' punya unsur yang dapat dikategorikan ke dalam sistem pembayaran, serta mengandung unsur inovasi, bermanfaat, dan bersifat non eksklusif," kata Onny.

Di dalam regulatory sandbox, BI menguji penyelenggara fintech beserta produk, layanan, teknologi dan/atau model bisnis lainnya dengan tujuan guna memberi ruang bagi penyelenggara fintech untuk memastikan bahwa produk, layanan, teknologi dan/atau model bisnis telah memenuhi kriteria fintech.

"Jangka waktu uji coba ditetapkan paling lama enam bulan namun bila diperlukan dapat diperpanjang satu kali paling lama enam bulan," ujarnya.

Jika uji coba berhasil, perusahaan dapat melanjutkan ke proses perizinan. Sementara, jika tidak berhasil, perusahaan dilarang untuk melanjutkan produk, layanan, teknologi, dan model bisnis yang dilakukan. 

Onny berharap regulatory sandbox bisa mendorong ekosistem teknologi finansial yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif, dengan tetap menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang efisien, lancar, aman dan andal. 

Selain Toko Pandai, 14 layanan Tekfin lain masih dalam proses untuk masuk "regulatory sandbox". Fintech yang baru mendaftarkan diri ke BI masih dapat beroperasi dan memberikan layanan secara normal, namun dengan skala operasi yang tidak seluas Fintech yang sudah mendapat izin.

Secara keseluruhan, 15 penyelenggara atau produk Fintech yang terdaftar di BI adalah Cashlez Mpos, Pay by QR, Bayarind Payment Gateway, Toko Pandai, yoOk Pay, Halomoney, Duithape, Saldomu, Disitu, Pajak Pay, Wallez, Lead Generation Credit Scoring Check Loan Market Place, Netzme, Mareco-Pay, Ipaymu. (ant/cnn/lis)