Presiden Perintahkan Kapolri Usut Teror Bom hingga ke Akarnya

Nasional

Editor Andrie P Putra Dibaca : 1033

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Teror Bom hingga ke Akarnya
Presiden RI, Joko Widodo. (antara foto)
SURABAYA, SP - Presiden Joko Widodo menyatakan serangkaian aksi terorisme di tiga gereja di Surabaya merupakan tindakan biadab dan di luar batas kemanusian. 

"Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusian yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tak berdosa," kata dia, saat menjenguk korban teror di tiga Gereja di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5).

Ia juga mengutuk para pelaku yang mengunakan dua anak yang berumur kurang lebih 10 tahun digunakan untuk pelaku bon bunuh diri.

"Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam duka cita kita, semua atas jatuh korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini," kata dia.

Jokowi juga mengatakan, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusian dan tidak ada kaitannya dengan ajaran agama apapun. 

"Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya," ujar Jokowi, yang didampingi Menko Polhukam, Wiranto, dan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Tito Karnivian.

Jokowi  menegaskan, dia telah memerintahkan Karnavian untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. 

"Seluruh aparat negara tidak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini, dan mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisem radikalisme yang bertentangan nilai-nilai agama, nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan nilai kebhinnekaan," tegasnya.

Ia juga mengimbu seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan serta tetap waspada. "Dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme," katanya.

Jokowi juga mendoakan para korban yang meninggal dunia semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. "Untuk korban yang luka-luka mari kita doakan agar diberi kesembuhan dan negara, pemerintah menjamin semua biaya," katanya. (ant)