Pesawat Kepresiden Mendarat Pertama Kali di BIJB

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 4510

Pesawat Kepresiden Mendarat Pertama Kali di BIJB
MENDARAT PERDANA - Pesawat Kepresidenan R1 mendarat perdana di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (24/5). Presiden selama dua hari melakukan kunjungan di Majalengka dan Kuningan. (Setpres)
JAKARTA, SP - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selama dua hari. Presiden dan rombongan berangkat dengan Pesawat Indonesia-1 dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (24/5), pukul 09.00 WIB.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Majalengka, Presiden melakukan pendaratan perdana di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. 

Selain itu, Kepala Negara juga akan bertemu dengan perwakilan OSIS, pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta pembagian sertifikat tanah. Selanjutnya Presiden akan menuju ke Kabupaten Kuningan untuk melanjutkan kunjungan kerja pada Jumat (25/5).

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ini, di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengagumi desain Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

"Saya terus terang melihat 'airport' (bandara) ini bangga, karena ini suatu 'airport' yang desainnya dibuat oleh orang Indonesia," katanya.

Luhut mendampingi Presiden Jokowi dalam pendaratan perdana di bandara tersebut, di Majalengka, Kamis. Ia juga mengapresiasi pekerjaan pembangunan bandara yang menurutnya terbilang cukup rapi.

"Pekerjaannya cukup rapi. Ini di Indonesia, ini mungkin merupakan yang salah satu terapi. Dan yang paling penting, akan membuat pertumbuhan ekonomi makin baik di kawasan ini. Akan ada Aerocity, kemarin saya lihat di India cuma 1.500 hektare, di sini 3.200 hektare, jadi akan bagus," ujarnya.

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan ada beberapa alasan bandara akan menjadi lebih bagus, salah satunya adalah dengan dukungan Bandung Tol Road yang sedang proses akan selesai pembebasan tanah.

"Tahun depan diharapkan sudah selesai," katanya.

Alasan kedua, warga Cirebon kini terakomodasi dengan adanya bandara baru tersebut sehingga tak perlu ke Jakarta terlebih dahulu.

Alasan terakhir, dukungan Pelabuhan Patimban yang akan menjadi pusat ekspor impor kendaraan roda empat.

"Nanti juga akan ada kawasan industri Bekasi, Karawang, Purwakarta yang jaraknya kira-kira 100 km lewat tol," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan bahwa Bandara Kertajati diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan hingga di atas 8 persen.

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengaku terharu menyaksikan pendapatan perdana Pesawat Indonesia-1 Presiden RI Jokowi Widodo di Bandara Internasional Jawa Barat, Kecamatan Kerjati, Kabupaten Majalengka, pada Kamis pagi.

"Saya tadi pagi ikut agenda di sana, melihat langsung pendaratan perdana Pesawat RI-1 di lantai tiga Bandara Kertajati untuk pertama kalinya, saya terharu, saya bahagia," kata Ineu Purwadewi Sundari.

Dia bersyukur, akhirnya pendaratan perdana Pesawat RI 1 Presiden tersebut menjadi penanda beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, di Kabupaten Majalengka.

Menurut Ineu pendaratan perdana Pesawat R-1 di Bandara Kertajati merupakan wujud keberpihakan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan bandara di Provinsi Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia. (ant/lis)