Pelajar Indonesia di Harbin, Tiongkok, Mementaskan Sendratari Majapahit

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 3946

Pelajar Indonesia di Harbin, Tiongkok, Mementaskan Sendratari Majapahit
SENDRA TARI - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok Cabang Harbin, berhasil mementaskan lakon Majapahit dalam kemasan seni drama dan tari, Selasa (29/5). (Ist)
Puluhan pelajar Indonesia di Kota Harbin, China, berhasil mementaskan lakon Majapahit dalam kemasan seni drama dan tari. Sebelumnya dalam dua tahun berturut-turut, mereka telah berhasil mementaskan lakon Rara Jonggrang (2016) dan Ken Arok (2017).

SP - "Ini merupakan pementasan ketiga para pelajar dari Indonesia di Harbin," kata Gilbert dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok Cabang Harbin, Selasa (29/5).

Pementasan ketiga lakon tersebut juga dilakukan di tempat yang sama, yakni gedung teater "Harbin Institute of Technology" (HIT) di Ibu Kota Provinsi Heilongjiang yang berbatasan langsung dengan Rusia itu.

Pementasan lakon "Majapahit: The Golden Age of Archipelago" itu melibatkan 90 pelajar asal Indonesia dibantu beberapa pelajar dari China, Korea Selatan, Rusia, Kazakhstan, India, Pakistan, Suriname, dan Bolivia.

Pementasan yang juga diselingi adegan laga oleh para pelajar Indonesia yang memiliki kemampuan beladiri itu disaksikan sekitar 500 orang.

Atase Pendidikan KBRI Beijing, Priyanto Wibowo memberikan apresiasi kepada para pelajar Indonesia yang telah tiga kali memberikan hiburan, berupa seni budaya Nusantara dengan lakon berbeda kepada warga setempat dan pelajar mancanegara.

"Mudah-mudahan mereka bisa terus berkreasi untuk menyebarluaskan keanekaragaman budaya kita kepada dunia," katanya.

Selain Atase Pendidikan KBRI Beijing dan PPI Tiongkok, pementasan tersebut juga didukung oleh HIT, Kementerian Pariwisata RI, dan BLCI.

Pementasan berdurasi sekitar 60 menit itu menceritakan sejarah tentang Kerajaan Majapahit yang memiliki pengaruh besar atas lahirnya Republik Indonesia.

"Selain menghibur, para penonton jadi mengetahui lebih dalam tentang Indonesia sehingga mereka menunjukkan minatnya untuk mengunjungi Indonesia," kata Gilbert. (antara/lis)