KM Lestari Maju Sengaja Dikandaskan

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1415

KM Lestari Maju Sengaja Dikandaskan
MENUNGGU – Salah seorang ibu dan anak dalam gendongannya menunggu dievakuasi dalam tragedi tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) siang. (Ist)
SULSEL, SP – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan kerusakan di badan kapal akibat faktor cuaca buruk membuat nakhoda Kapal Motor (KM) Lestari Maju mengambil langkah untuk segera mengandaskan kapal. Diketahui, kapal tersebut tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) sekira pukul 14.30 WITA. Sejumlah penumpang dikabarkan meninggal.

"Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan bahwa kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk. Nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam," kata dia.

Kapal yang dinakhodai oleh Agus Susanto ini dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar. Sejumlah kapal nelayan dan tim dari Basarnas bergabung untuk mengevakuasi penumpang kapal. KM Lestari Maju karam saat tengah berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar.

"Jadi ini dilakukan untuk memudahkan proses evakuasi juga. Penumpang sudah diajarkan metode keselamatan oleh nakhoda," tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan data sementara hingga Selasa 18.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai 12 orang. 

Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho membeberkan nama 12 orang korban meninggal dunia yaitu Abdul rasyid (60), Andi Junaeda (50), Saerah (50), Rosmiati (40), Rajmaeni alias Ati Raja (50), Denniamang (60), Sakinah, dan Nini Nurianti (30). Sementara, identitas empat korban meninggal dunia lain belum diketahui, yakni seorang perempuan berusia 70 tahun, seorang anak laki-laki berusia dua tahun, seorang anak perempuan berusia tiga tahun, dan seorang laki-laki yang diketahui beralamat tinggal di Pajjukukan, Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya pun telah mengerahkan 1 unit kapal patroli KNP Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa. Kapal KMP Lestari Maju merupakan kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira-Pamatata. Kapal dengan panjang 48.48 meter dan lebar 16.50 meter serta berat 1519 Gross Tone ini berbahan dasar baja dan memiliki jumlah geladak 1 buah, jumlah baling-baling dua buah serta daya mesin sebesar 650 HP.

Selain mengangkut penumpang, KM Lestari Maju juga membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan lima sebanyak delapan unit dan kendaraan golongan enam sebanyak delapan unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

Tidak hanya itu, uang senilai Rp30 miliar yang akan dikirim Bank Sulsel untuk gaji pegawai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar juga hilang. Namun demikian, Kepala Divisi Treasury BPD Sulsel, Irmayanti Sultan mengatakan pihaknya belum tahu persis nasib uang tersebut. 

“Hingga saat ini kami belum tahu pasti apakah uang tersebut tenggelam atau tidak. Kami juga belum tahu mobil yang dipakai mobil boks atau bukan. Karena belum ada info dari staf kami yang mengawal uang tersebut,” tutupnya.  (ant/bls)