Aktivis 98: Ada Penggembosan Isu Lansia di Rembuk Nasional

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1064

Aktivis 98: Ada Penggembosan Isu Lansia di Rembuk Nasional
Ist
JAKARTA, SP - Aktivis reformasi 98 menyebut ada upaya penggembosan di acara Rembuk Nasional yang digelar di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/7). Hal ini menyikapi komentar miring terkait kehadiran beberapa lansia pada pertemuan tersebut. 

Salah satu penggagas Rembuk Nasional Aktivis 98, Wahab Talaohu mengatakan para lansia memang ikut hadir dalam kegiatan itu. Namun menurutnya, kehadiran mereka tanpa ada bayaran sama sekali.

Wahab justru menduga ada upaya dari pihak lawan yang berusaha menggembosi pertemuan Rembuk Nasional. Dia menyatakan bayar membayar massa bukan karakter aktivis 98, tapi gerakan yang dibangun memiliki nilai.

"Saya tegaskan itu bagian dari penggembosan. (Massa bayaran) itu tidak ada. Mungkin mereka yang bayar, menuding kami yang membayar," kata Wahab kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/7).

Alumni Universitas Jakarta (Unija) ini menyebut ada sebagian kelompok yang nyinyir dengan mencari kesalahan atas pertemuan tersebut. Wahab mengatakan pihaknya tidak ingin menanggapi serius isu massa bayaran tersebut karena dianggap hanya menguras energi.

"Aktivis 98 tidak pernah mendidik rakyat dengan pragmatis. Kami selalu mendidik rakyat dengan pergerakan, mendidik penguasa dengan perlawanan," ujar mantan aktivis Famred.

Dalam hajatan tersebut, sejumlah lansia mengaku dibayar Rp100 ribu untuk bersedia hadir. Mereka juga diberi kaus berlogo "20 Tahun Reformasi 98 Rembuk Nasional I" serta diberikan makan siang gratis dan transportasi.

Menurut Wahab, para lansia itu sebagian berasal daerah Jawa Barat. Dia menyebut salah satu simpul gerakan, yakni Oki Satrio membawa basis massa dari Jabar. Sebagian lansia berasal dari sekitar Jakarta.

"Kalau ada yang mengatakan begitu (dibayar), tidak benar. Akomodasi memang disediakan, bus atau sebagian yang bersedia diberikan kaos mungkin benar," katanya.

Para lansia itu mayoritas mengenakan kaus berwarna putih berlengan kuning. Di belakang kaus tersebut tertulis logo OSO Group. Sementara di bagian depan kaus terpampang Rembuk Nasional. 

Wahab tak menampik ada partisipasi Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dalam hajatan aktivis tersebut. Menurutnya, hal itu sah saja dan telah disepakati bersama bahwa siapa pun bisa ikut berpartisipasi dalam Rembuk Nasional. Namun menurut Wahab, keterlibatan OSO bukan berarti bisa mengintervensi gerakan aktivis 98.

"(OSO) berpartisipasi dan betul terlihat di lapangan, tapi tidak melakukan intervensi terhadap gerakan tersebut karena kami terbuka untuk umum, bukan hanya OSO, siapa saja boleh terlibat Rembuk Nasional," kata politikus Partai Hanura itu.

Dia menjelaskan peserta rembuk nasional berasal dari perwakilan daerah dan kampus. Mereka hadir dari 29 provinsi. Di luar peserta rembuk, kata Wahab, mereka adalah partisipan politik karena memiliki kesamaan cara pandang. (cnn/lis)