KPU Minta Bantuan Tingkatkan IT

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1221

KPU Minta Bantuan Tingkatkan IT
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman
JAKARTA, SP - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan jajarannya meminta bantuan pemerintah meningkatkan sistem teknologi dan informatika (TI). Menurutnya, untuk menyelesaikan permasalahan dan meningkatkan penggunaan teknologi informasi dalam proses penyelenggaraan Pemilu, mereka tak bisa sendiri. 

“Jadi kami sampaikan tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri. Kami butuh bantuan lembaga pemerintah," kata Arief di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/7).

Keluhan tersebut menurutnya sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo ketika keduanya bertemu di Istana Merdeka, Rabu siang. Sistem teknologi dan informasi KPU saat ini, disebut Arief telah digunakan sejak Pemilu sebelumnya. Sementara itu, jelang Pemilu mendatang tantangan KPU diyakini bakal semakin besar dan sulit.

Menurut Arief KPU tidak bisa menangani hal tersebut sendiri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Dia pun berharap unsur pemerintah yang berkeahlian dalam bidang itu agar dapat membantu KPU menyiapkan sistem teknologi dan informasi yang lebih mumpuni. Beberapa lembaga yang telah diajak komunikasi seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Cyber Crime Polri, dan Badan Siber dan Sandi Negara.

"Maka kami bekerja sama dan membicarakan dengan kementerian terkait dan itu sudah kami lakukan untuk dibantu dari SDM kementerian," tuturnya.

Kendati demikian, Arief membantah permintaan bantuan ini terkait upaya peretasan terhadap situs daring KPU beberapa waktu lalu, yang menyebabkan penghentian sementara tayangan hasil Pilkada di 171 daerah.

"Tidak. Sebetulnya ini sudah dalam road map kami melakukan penguatan perbaikan TI sampai 2019. Tapi sembari berjalan di tengah kami diserang. Kami mohon percepatan proses penguatan TI," tuturnya. (ant/cnn/bls)