Presiden: Indonesia Masuk 10 Negara Teraman Dunia

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1238

Presiden: Indonesia Masuk 10 Negara Teraman Dunia
UPACARA – Presiden Joko Widodo menjadi Instruktur Upacara HUT Bhayangkara ke 72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Dalam kesempatan itu turut hadir Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang. (Ist)
JAKARTA, SP - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia masuk dalam daftar 10 negara teraman di dunia berdasarkan survei Gallup Law and Order. Pencapaian itu merupakan suatu kabar gembira dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-72.

“Sebuah capaian yang membanggakan kita semua, yang harus dijaga dan dipertahankan, ini merupakan hasil kerja elemen-elemen bangsa dan tentu ada kerja keras, pengabdian dan dedikasi Polri," katanya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Dalam upacara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian serta para pejabat kepolisian itu, Presiden mengingatkan Polri agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian itu.

"Karena ke depan tantangan akan semakin kompleks, tuntutan rakyat semakin meningkat, dunia terus berubah bergerak membawa ancaman baru," katanya.

Polri juga harus siap mengantisipasi tindak kejahatan yang pada era digital semakin beragam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Mulai dari kejahatan siber, human trafficking, drug trafficking sampai arms smuggling. Dia berpesan Polri harus terus meningkatkan, mewaspadai ancaman terorisme, yang juga menjadi ancaman negara maju.

Untuk urusan terorisme, dia menjelaskan bukan hanya korban masyarakat tapi mereka juga menjadikan aparat polisi menjadi target. Presiden meminta Polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada mengerjakan tugas. Tentu juga mengembangkan diri membuat terobosan dan mengantisipasi ancaman yang ada.

“Termasuk melakukan pemetaan dini potensi ancaman dan ketertiban di masyarakat dan selanjutnya melakukan pencegahan," katanya.

Presiden meminta Polri senantiasa menjaga kerukunan dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan, terus mengantisipasi berbagai potensi konflik horizontal yang mengangkat isu primordial seperti perbedaan suku, agama dan ras.

"Polri harus menbangkitan persaudaraan, menggalang kerukunan antarelemen masyarakat sehingga tidak terjebak lingkaran permusuhan dan kebencian. Atas nama rakyat, bangsa dan negara saya menyampaikan ucapan selamat hari Bhayangkara ke-72 kepada segenap anggota dan keluarga besar Polri di Indonesia dimanapun Saudara bertugas, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote," demikian Presiden Joko Widodo.
 
Upacara Peringatan Ke-72 Hari Bhayangkara 2018 dihadiri petinggi negara dan pemerintahan. Sejumlah menteri Kabinet Kerja hadir seperti Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, KSP Moeldoko, Mensesneg Pratikno, Menperin Airlangga Hartarto, MenKKP Susi Pudjiastuti, dan Jaksa Agung Prasetyo. 

Beberapa pejabat lainnya yang hadir seperti Ketua DPD Oesman Sapta Odang, mantan wakil presiden Tri Sutrisno, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ant/bls)