Proyek RIAU-I Dihentikan Sementara karena Terjerat Skandal Suap

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1009

Proyek RIAU-I Dihentikan Sementara karena Terjerat Skandal Suap
Tersangka Suap Wakil Ketua DPR Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih
JAKARTA, SP - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan menghentikan sementara proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-I menyusul kasus suap yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan melibatkan Bos Apac Group Johanes B Kotjo dan tujuh orang lainnya.

"(Dihentikan) Sampai kapan? Belum tahu wong belum putus persoalan hukumnya," ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Kantor Pusat PLN, Senin (16/7).

Sofyan menyebutkan proyek PLTU Riau-I merupakan proyek penunjukkan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sejak dua tahun lalu. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017. Sofyan menyebutkan bahwa nilai proyek mencapai US$900 juta.

Untuk pengerjaan PLTU mulut tambang berkapasitas 2x300 MegaWatt itu, PJB menggandeng konsorsium anak usaha BlackGold Natural Resources PT Samantaka Batubara dan China Huadian Engineering. Sebagai catatan, Johanes merupakan salah satu pemegang saham BlackGold.

Pada Januari 2018, PJB, Samantaka dan Huadian telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA). Karena terjadi permasalahan hukum, proyek tidak dapat dilanjutkan sesuai kesepakatan dalam LoI.

"Nanti akan kami kaji bagaimana melanjutkannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Sofyan menegaskan bahwa kasus suap terjadi di konsorsium, tidak melibatkan perseroan dan anak usaha perseroan.

"(Kasus suap) itu bukan urusan kami. Apakah dia (konsorsium) bisnis atau suap-suapan ataukah apa kami enggak tahu," ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah menyidik dugaan kasus korupsi dalam pembangunan PLTU Riau-1. Dalam proses penyidikan tersebut KPK telah menetapkan dua tersangka. 

Salah satunya, Johannes Budisutrisno Kotjo. Johanes diduga telah memberikan suap senilai Rp4,8 miliar kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai imbalan atas jasanya dalam memuluskan penandatanganan kerjasama pembangunan PLTU Riau-1. 

Di kancah bisnis, Johanes B Kotjo bukan orang baru. Dirangkum CNNIndonesia.com dari berbagai sumber, pria kelahiran Semarang 10 Juni 1951 tersebut merupakan bos perusahaan tekstil Apac Group.

Johannes juga diketahui menjadi pemegang saham Blackgold Resources Limited yang bergerak di bidang energi. Di era 1990- an, Johannes pernah diketahui menjalin hubungan bisnis dengan anak mantan Presiden Soeharto Bambang Trihatmojo.

Namanya pernah masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia tahun 2016 versi Majalah Globe Asia. Total kekayaan Johannes saat itu ditaksir mencapai US$267 juta. 

Sebelum tersangkut kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1, Johannes pernah tersangkut kasus penggelapan dan penipuan pengambilalihan PT Kanindotex milik Robby Tjahjadi pada 2001 lalu. (cnn/lis)