BMKG Catat 147 Gempa Bumi Susulan Lombok

Nasional

Editor Indra W Dibaca : 994

BMKG Catat 147 Gempa Bumi Susulan Lombok
JAKARTA, SP - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 147 gempa bumi susulan terjadi hingga Senin pukul 11.00 WIB di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Hingga pukul 11.00 WIB, sudah tercatat 147 kali gempa susulan, dengan 13 kali gempa di antaranya dirasakan," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (6/8).

Ia menuturkan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi Lombok dan sekitarnya dan peluruhan kekuatan gempa bumi.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan terus memonitor terhadap gempa-gempa susulan ini biasanya dengan frekuensi dan kekuatan menurun," ujarnya.

BMKG mengimbau untuk tidak masuk ke dalam bangunan yang sudah rusak akibat gempa karena dikhawatirkan sewaktu-waktu mungkin dapat runtuh akibat gempa susulan.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menempati rumah atau bangunan yang rusak," lanjutnya.

Pada Minggu (5/8), gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 18.46 WIB. Pusat gempa berada di darat 18 kilometer (KM) di Barat Laut Lombok Timur. 

Gempa tersebut menyebabkan sebanyak puluhan orang meninggal dunia, ratusan luka-luka dan ribuan orang mengungsi.

BMKG juga mencatat gempa-gempa susulan setelahnya, di antaranya gempa bumi berkekuatan 5,6 SR yang terjadi pada pukul 19.49 WIB di Minggu (5/8) dan berlokasi di darat 15 kilometer (km) Barat Laut Lombok Utara.

Kemudian, gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang pada pukul 23.49 WIB Minggu (5/8) yang berpusat di darat 21 km Barat Laut Lombok Utara.

Pada Senin (6/8), gempa bumi yang berkekuatan 5,4 SR terjadi di lokasi 12 kilometer Barat Daya Lombok Utara pada pukul 07.28 WIB dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Nugroho, dalam pesannya di Jakarta, Senin dini hari, pukul 02.30 WIB menyebut, selain korban yang banyak, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah rusak.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman.

Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram. (ant)