Tim SAR Evakuasi Korban Gempa dari Reruntuhan Masjid

Nasional

Editor Indra W Dibaca : 994

Tim SAR Evakuasi Korban Gempa dari Reruntuhan Masjid
Warga mengangkat sepeda motor dari reruntuhan bangunan di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). (ANTARA /Ahmad Subaidi)
LOMBOK, SP - Anggota tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berupaya mengeluarkan orang-orang yang terjebak runtuhan kubah masjid di Dusun Daling-daling, Desa Tanjung, Lombok Utara, Senin (6/8) setelah gempa 7 Skala Richter mengguncang wilayah itu pada Minggu (5/8) malam.

Di lokasi Masjid Jabal Nur, dengan dukungan ekskavator Dinas Pekerjaan Umum, para petugas memulai upaya evakuasi sekitar pukul 13.00 Wita, setelah shalat duhur.

Mereka berusaha mengeluarkan jasad dua orang dari dalam reruntuhan. Dari dalam reruntuhan terdengar ada suara, memunculkan kemungkinan adanya korban yang selamat.

"Dengan bantuan alat berat ekskavator dari Dinas PU, tim kami masih terus berupaya melakukan evakuasi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB Muhammad Rum di Tanjung.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani selaku Incident Commander mengupayakan penyediaan alat berat itu untuk membantu proses evakuasi korban yang terjebak dalam runtuhan kubah masjid sejak Minggu malam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa saat gempa terjadi korban sedang shalat.

Dia belum bisa mengkonfirmasi jumlah korban yang tertimpa atap masjid saat gempa pada Minggu (5/8).

"Saya belum tahu berapa orang. Informasi yang diperoleh dari masyarakat ada dua hingga tiga shaf jamaah yang sedang melaksanakan shalat Isya saat gempa terjadi," kata Sutopo.

Menurut data BNPB hingga Senin (6/8) sore korban meninggal dunia pascagempa di Lombok bertambah tujuh orang.

Tujuh korban meninggal dunia tersebut berada di Lombok Barat. Dengan demikian total korban meninggal dunia saat ini berjumlah 98 orang. Sementara itu, tercatat sebanyak 236 korban mengalami luka-luka.

Akibat gempa ini diprediksi sekitar 20 ribu orang mengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian.

Menurut Sutopo jumlah korban masih bisa bertambah karena evakuasi dan pendataan masih dilakukan tim SAR gabungan. (Ant)