Warga Lombok Panik Diguncang Gempa NTB 7 SR

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 534

Warga Lombok Panik Diguncang Gempa NTB 7 SR
GEMPA LOMBOK - Warga melintasi rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi di Desa Sajang, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
JAKARTA, SR - Suasana Kota Mataram, Lombok mendadak mencekam pasca terjadi gempa berkekuatan 7,0 SR. Warga Kota Mataram, Iwin Ardiyawin mengatakan listrik di seluruh Kota Mataram padam. 

Bahkan, berdasarkan kesaksian Iwin, di tengah kota pun nampak gelap. Sinar hanya berasal dari lampu kendaraan bermotor milik warga yang panik.

"Gelap. Di tengah kota juga gelap," ucap Iwin

Iwin mengatakan bahwa akses menuju Kota Mataram macet total. Dia sendiri kini sudah berada di tengah Kota Mataram bersama istri. Dia mendapati masyarakat yang luar biasa panik. 

Tangis dan ketakutan membungkus warga yang meninggalkan tempat tinggalnya. mereka semua menuju Kota Mataram agar merasa aman.

"Macet total. Ramai sekali semua orang berhamburan keluar karena takut tsunami," ucap Iwin, Minggu (5/7).

Iwin mengaku belum sempat menghubungi orang tuanya yang telah berbeda tempat tingal. Mengenai tetangga, Iwin pun tidak tahu. 

"Tolong kasih tahu saya Lombok bagian mana yang berpotensi tsunami. Di sini panik semua enggak konsentrasi baca berita," lanjut Iwin yang sengaja menepikan mobilnya saat menghubungi.

Sejumlah warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan pingsan akibat dikejutkan gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter, Minggu (6/8), pukul 18.46 Wita.

Getaran gempa sangat dirasakan warga selama satu hingga dua menit. "Gempa kali ini seperti gelombang," kata seorang Oji.

Gempa 7,0 SR berpusat di 8,3 lintang selatan, 116,48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 18 kilometer.
Ia menambahkan gempa yang terjadi kali ini, lebih kencang terasa dibandingkan dengan gempa pada akhir Juli 2018 yang berkekuatan 6,4 SR.

Dia mengatakan setelah gempa, listrik padam dan merusak sejumlah bangunan. "Kaca-kaca hotel di Mataram ada yang pecah," katanya.

"Suasana lebih mencekam dari sebelumnya. Pesawat saya yang belum 'take off' juga sampai agak goyang.

BMKG telah mengeluarkan dini tsunami usai gempa. Potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian Utara dengan status Waspada.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BPBD telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai. 

"Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan," katanya.

Kata Sutopo, kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram. "Umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan kontruksi tahan gempa akan mengalami kerusakan jika terkena guncangan gempa dengan intensitas di atas VI MMI," katanya. (cnn/ant/lis)