Pengacara Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Penahanan Kota

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 270

Pengacara Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Penahanan Kota
Jakarta, SP – Pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasaruddin akan mengajukan surat permohonan  tahanan kota untuk kliennya. Menurut pengacara, Ratna Sarumpaet membutuhkan sejumlah perawatan medis.    

“Itu baru kami akan ajukan, kemungkinan paling lambat Senin siang. Sebenarnya kan hari Sabtu ini waktu libur ya. Hanya karena kesepakatan kami saja dengan penyidik bahwa kita kejar supaya perkara ini lebih cepat rampung,” kata Insank usai melengkapi berita acara perkara (BAP)di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (6/10) malam, seperti dikutip dari Republika.co.id.  

Insank menjelaskan perbedaan jika kliennya ditahan di rumah tahanan dengan penahanan kota. Menurut Insank, kliennya harus menjalani sejumlah perawatan medis dan mengkonsumsi obat setiap hari.

Jika Ratna Sarumpaet menjadi tahanan rutan, akan sulit baginya untuk meminta izin ke rumah sakit. “Kalau penahanan kota, dia bisa lebih gampang ke rumah sakit. Tapi kalau di rutan kan semua harus izin,” kata Insank.  

Pengacara juga meminta polisi mempertimbangkan faktor usia Ratna yang hampir 70 tahun sebagai alasan mengajukan penahanan kota. “Karena dari penahanan kota itu dari sisi kemanusiaan lah. Umurnya dia ini sudah sangat lanjut.”  

Insank juga akan meminta kerjasama pihak keluarga Ratna Sarumpaet, agar menjamin Ratna tidak kabur atau menghilangkan barang bukti. “Banyak aktivitas kalau ditahan di rutan akan sulit. Apalagi yang menyangkut kesehatan dan sebagainya. Jika dikabulkan, kami akan mengikuti semua pemeriksaan,” kata Insank.  

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka hoax penganiayaan. Ratna mengaku dikeroyok orang tidak dikenal di area Bandara Husein Sastranegara Bandung, 21 September 2018.  

Kabar pengaiayaan tersebut beredar di media sosial 2 Oktober 2018. Sehari setelahnya, Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal pengakuannya menjadi korban penganiayaan.  

Polda Metro Jaya kemudian menangkap Ratna di Bandara Soekarno Hatta, 4 Oktober 2018, saat bersiap terbang ke Cile. Polisi menetapkan status tersangka terhadap Ratna yang diduga akan melarikan diri. (*)