Moeldoko: Infrastruktur Membangun Peradaban

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 199

Moeldoko: Infrastruktur Membangun Peradaban
Denpasar, SP – Kepala Kantor Staf Kepresidenen, Moeldoko menjelaskan pentingnya pembagunan infrastruktur di Indonesia. Sejumlah pihak kerap mengkritik bahwa pembangunan saat ini hanya membangun infrastruktur.  

Menurut Moeldoko, keuntungan pembangunan infrastruktur baik darat, laut dan udara akan mendorong perekonomian nasional. Pembangunan infrastruktur juga menciptakan peradaban baru.    

“Pembangunan jalan akan memiliki nilai eksternal, dengan meningkatnya kegiatan dan nilai aset dari sekitar jalan yang dibangun. Dengan demikian membangun dan menciptakan peradaban baru,” kata Moeldoko dalam sambutan pertemuan kelompok-kelompok masyarakat sipil di Sanur, Bali, Senin (8/10).  

Moeldoko juga menanggapi rumor masuknya ribuan tenaga kerja asing.  Moeldoko mengaku memilih pendekatan lain dalam menyelesaikan rumor tersebut.   Moeldoko memilih mengajak wartawan melihat sendiri kondisi tenaga kerja asing di kantong-kantong yang selama ini dirumorkan, yakni Morowali, Sulawesi Tengah.  

“Biarkan mereka menyelidiki sendiri, menginvestigasi. Supaya dapat menemukan fakta yang sesungguhnya. Ternyata, isu soal tenaga kerja asing ini isu yang digunakan untuk menghantam pemerintah,” ujar Moeldoko.  

Dalam pertemuan kelompok masyarakat sipil, Moeldoko menilai organisasi masyarakat sipil adalah mitra terpenting pemerintah. Masyarakat sipil memberikan masukan dan kritik atas berbagai kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah.  

“Yang sekarang sudah dikerjakan pemerintah juga belum sempurna. Sehingga memerlukan masukan, bahkan kritik.  Sehingga suara-suara masyarakat yang selama ini belum terkena dampak kebijakan dapat didengarkan,” kata mantan Pangdam Tanjungpura dan Siliwangi ini.  

Organisasi masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain ELSAM, debtWatch Indonesia, HuMa, INFID, PRAKARSA, KSBSI, Migrant CARE, Public Services International, PWYP Indonesia, TuK Indonesia, WALHI, WALHI Bali, KIARA, Yappika ActionAid, Koalisi Perempuan Indonesia, TIFA, OXFAM, Kemitraan, Transparansi Internasional Indonesia, danHIVOS. (*)