Polisi Tangkap 12 Penyebar Hoax Gempa Sulteng dan NTB

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 196

Polisi Tangkap 12 Penyebar Hoax Gempa Sulteng dan NTB
kumparan.com
Jakarta, SP - Polisi menangkap 12 orang penyebar hoax (berita bohong) terkait bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.  

“Terhadap ke-12 orang tersangka dikenakan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 karena telah menyiarkan kabar yang tidak pasti atau berlebihan atau tidak lengkap,” kata Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Rahmat Wibowo, Senin (8/10) seperti ditulis Kumparan.  

Menurut Rahmat, berita hoax berpotensi menimbulkan keributan di masyarakat. Para tersangka terancam hukuman maksimal 2 tahun penjara.  

Para tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. Tersangka Joni Afriadi ditangkap di Batam karena mengunggah hoax kondisi mayat korban gempa. Uril Unik Febrian, Bobby Kirojan, Margaretha, Malini dan Dhany Ramdhany ditangkap karena mengunggah hoaks soal ancaman gempa besar di Pulau Jawa.  

Ade Irma Suryani ditangkap karena mengunggah hoax soal Bendungan Bili-bili yang retak saat gempa. Royke Salendo ditangkap karena mengunggah hoax soal penerbangan gratis pesawat Hercules/C295 Makassar-Palu. Sedangkan 4 tersangka lainnya yang sudah ditangkap adalah RY Hermon, Eddy AS, Yunan H Anis, dan Rianie Nasa.  

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut penyebar hoax terkait bencana sebagai perbuatan keji dan tidak tahu diri. “Menurut saya, orang yang nggak tahu diri. Kita sedang jungkir balik membantu korban bencana, mereka malah menyebarkan hoax. Tidak ada ampun karena bertentangan dengan UU ITE,” katanya, Jumat lalu. (*)