Masa Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah Diperpanjang

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 152

Masa Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah Diperpanjang
Palu, SP – Masa tanggap darurat di Sulawesi Tengah, diperpanjang dari 13 Oktober sampai 26 Oktober 2018. Tercatat 2.045 orang tewas akibat gempa tsunami di Sulteng.  

Menurut Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Dianggola, perpanjangan masa darurat karena masih banyak pekerjaan darurat yang harus diselesaikan pemerintah.  

“Masa tanggap darurat diperpanjang 2 minggu,” kata Gubernur Longki Dianggola, seperti dikutip CNN Indonesia Daily, Kamis (11/10).

Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, per 10 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, meningkat menjadi 2.045 orang.  

Jumlah tersebut terdiri dari 1.636 orang dari Kota Palu, 171 orang dari Donggala, Sigi 222 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasang Kayu Sulawesi Barat 1 orang.  

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, titik tertinggi tsunami tercatat 11,3 meter terjadi di Desa Tondo, Palu Timur, Kota Palu. Sedangkan titik terendah tsunami tercatat 2,2 meter, terjadi di Desa Mapaga, Kabupaten Donggala.

Baik di titik tertinggi maupun titik terendah, tsunami menerjang pantai, menghantam permukiman, hingga gedung-gedung dan fasilitas umum. (*)