Sekjen PBB Puji Presiden Soal Penanganan Bencana di Sulteng

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 126

Sekjen PBB Puji Presiden Soal Penanganan Bencana di Sulteng
Nusa Dua, SP - Sekjen PBB Antonio Guterres memuji respon cepat pemerintah dalam menangani gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Antonio Guterres juga menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban.  

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi  seusai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).     

“Sekjen PBB mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki resiliensi yang tinggi dan mengapresiasi respons cepat pemerintah sehingga situasi dapat diatasi dalam waktu yang singkat. Beliau mengatakan tidak mudah bekerja pada saat situasi emergency seperti itu,” kata Retno.  

Terkait dengan perdamaian dunia yang juga dibahas dalam pertemuan, Sekjen PBB mengapresiasi posisi Indonesia terhadap upaya perdamaian di Palestina. Selain itu, Indonesia juga dianggap sebagai mitra vital bagi PBB dalam menciptakan perdamaian dunia.  

Indonesia adalah negara yang memiliki kontribusi besar terhadap pengiriman pasukan perdamaian PBB. “Indonesia memiliki kekuatan dan keinginan untuk aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia. Jadi kemitraan Indonesia dan PBB dinilai oleh Sekjen PBB sangat excellent,” ujar Retno.  

Soal upaya diplomasi Indonesia guna menangani permasalahan di Rakhine State, Myanmar, Sekjen PBB menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang tepat untuk melakukan penanganan dengan cara-cara yang sesuai, sehingga dapat berkontribusi di tengah situasi yang sulit.  

"Sekjen PBB mengatakan bahwa cara Indonesia mendekati isu tersebut dinilai pas sehingga Indonesia dapat memberikan kontribusi walaupun situasinya tidak mudah. Kemajuan (penanganan) juga masih terus didorong, tetapi Indonesia diyakini dapat terus berkontribusi dalam upaya menyelesaikan situasi di Rakhine State,” kata Retno.  

Dalam pertemuan bilateral itu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (*)