Malam Solidaritas NTB dan Sulteng: Hati Jokowi Ada di Rakyat

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 810

Malam Solidaritas NTB dan Sulteng: Hati Jokowi Ada di Rakyat
Jakarta, SP - Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi-Amin) menggelar malam solidaritas untuk korban bencana di NTB dan Sulteng Rabu, (17/10).  

Acara yang digelar di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta itu dikemas dalam bentuk doa dan ekspresi seni budaya untuk menumbuhkan simpati sekaligus memotivasi para korban bencana agar segera bangkit.  

“Doa dan dukungan nyata menjadi hal yang sangat dibutuhkan sekarang ini oleh para korban bencana,” kata Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin.   

TKN Jokowi-Amin menggalang solidaritas bagi korban bencana untuk mengurangi kesedihan dan penderitaan rakyat yang mengalami bencana di 2 provinsi tersebut. Sekaligus mengajak masyarakat NTB dan Sulteng optimistis, bangkit dan tidak merasa sendirian.   

“Presiden Jokowi dalam rentang satu minggu dua kali terbang ke Sulawesi Tengah untuk memastikan peran pemerintah memberikan pelayanan dengan baik. Hati Jokowi ada di rakyat,” kata Erick.   

Khusus pada bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat, Presiden Joko Widodo tercatat sudah 3 kali ke Lombok dan Sumbawa pasca gempa pertama terjadi. Ditambah kedatangan pada Kamis, 18 Oktober 2018, merupakan kunjungan keempat Presiden Jokowi ke NTB dalam 3 bulan terakhir.  

Visualisasi kondisi daerah terdampak bencana diputar di layar lebar Usmar Ismail, membuat hadirin seperti merasakan langsung situasi bencana di Palu dan Lombok.   

Misalnya, tampak foto seorang anak kecil yang memegang karton bertuliskan ‘Kami Butuh Bantuan Pak Jokowi’ berdiri di antara reruntuhan bangunan akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi. Anak itu seolah percaya, Jokowi adalah orang tuanya, yang segera datang untuk menolong dengan segala daya upaya dalam kesusahan.  

Melalui tayangan video, KH Ma’ruf Amin hadir mengutip Al Quran, Surat At Taubah:51, “Qul la yusibana illa ma kataballahu lana, tidak menimpa kami kecuali apa yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah SWT. Karena itu, terimalah ujian dan cobaan ini dengan rasa ikhlas.”   

Ma’ruf Amin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak sekadar berbelasungkawa, tapi membantu dengan apa yang kita miliki. “Mudah-mudahan sumbangan kita memberikan harapan dan semangat agar saudara dan anak-anak kita bisa tumbuh kembali sebagai bangsa yang tegar,” ungkap Ma’ruf yang kemudian memimpin doa agar warga NTB dan Sulteng kuat menghadapi ujian ini.  

Selain Bimbo, malam ekspresi bertajuk ‘Doa Merajut Rasa Kemanusiaan Melalui Seni dan Budaya’ juga menghadirkan Christine Hakim yang membacakan puisi ‘Makna Sebuah Titipan’ karya WS Rendra.   Ada juga penyanyi seriosa muda Putri Ayu Silaen yang membawakan dua lagu Ebiet G. Ade, pembacaan sajak ‘Selalu Hidup’ karya Sutan Takdir Alisjahbana oleh Deddy Mizwar, serta penampilan Endah Laras, dan pemain harpa Ussy Pieters.   Optimisme kebangkian Indonesia melewati badai bencana ditutup dengan lagu ‘Indonesia Jaya’ serta ‘Tanah Airku’ yang dibawakan sang ‘macan festival’ Harvey Malaiholo.  

Malam ekspresi solidaritas ini dihadiri Sekretaris TKN Hasto Kristianto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PSI Grace Natalie dan beberapa Menteri Kabinet Kerja seperti Menko PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Desa Eko Putro Sandjojo. (*)