Hari Santri Nasional, Santri Pionir Perdamaian

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 403

Hari Santri Nasional, Santri Pionir Perdamaian
Bandung, SP - Malam puncak Hari Santri Nasional 2018 bertajuk Santriversary, digelar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu, (21/10) malam. Tema besar HSN 2018 adalah “Bersama Santri, Damailah Negeri”.  

Menurut Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, isu perdamaian itu diangkat untuk merespons kondisi bangsa yang sedang dilanda berbagai macam persoalan seperti hoax (kabar bohong), hate speech (ujaran kebencian), polarisasi, propaganda politik, dan terorisme.  

“HSN itu guna mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berlandaskan pada spirit beragama,” kata Lukman
saat memberikan sambutan seperti dikutip republika.co.id.  

Lukman mengatakan, pesantren bukan hanya mereka yang mendalami agama tapi memperkuat ilmu-ilmu lainnya. Para santri, semestinya semakin kuat bersuara. “Santri juga mampu memberi teladan di era yang gerah ini. Kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun,” kata Lukman.  

Lukman menjelaskan, tiga tahun lalu Kepres HSN telah ditandatangani dan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini, akan menjadi prasasti bahwa bernegara sama pentingnya dengan beragama. “Negara dan agama merupakan sejoli dan serasi. Bukan dua kubu yang bertikai.” (*)