Lion Air Jatuh di Perairan Krawang

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 221

Lion Air Jatuh di Perairan Krawang
Grafis Koko (Suara Pemred)
Presiden RI, Joko Widodo
"Saya juga perintahkan Kabasarnas, seluruh jajaran [Kementerian] Perhubungan, TNI, Polri, bekerja 24 jam malam hari ini,"

Mahatir Muhammad, Perdana Menteri Malaysia
"Saya sedih dan terkejut menerima berita pesawat Lion Air JT610 yang terhempas di perairan Karawang pagi tadi. Saya ingin mengucapkan takziah kepada ahli keluarga mangsa yang terlibat dalam tragedi ini,"

JAKARTA, SP
- Pesawat Boing type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang ditemukan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Sebelumnya, pesawat dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB, akhirnya

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sindu Rahayu mengatakan, pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta "return to base", sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat hilang kontak setelah terbang selama 13 menit. 

Penumpang dalam penerbangan Lion Air JT 610 berjumlah 181 orang. Rinciannya, 124 laki-laki, 54 perempuan, 1 anak-anak, dan 2 bayi. Selain itu, ada 7 orang awak pesawat yang terdiri dari pilot dan pramugari.

Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh terlihat oleh sejumlah petugas di anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ). 

"Petugas kami di anjungan melihat ada pesawat jatuh, tepatnya di lapangan Mike. Kita sedang koordinasi untuk cek lapangan," kata pejabat Humas PHE ONWJ Ifki Sukarya. 

Ifki mengungkapkan, sejumlah petugas di anjungan sampai terperangah melihat pesawat jatuh pada pukul 06.33 WIB tadi. "Kabar yang saya terima, anak-anak di anjungan sampai kaget," Ifki menambahkan. 

Ifki menyatakan saat ini sedang berkoordinasi dengan Satpol Airud Karawang. "Kita sedang koordinasi untuk cek lapangan. Koordinasi Polarut untuk supporting," tuturnya.

Dadang, warga Dusun Pakis Satu, Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat, sempat mendengar suara seperti ledakan yang diduga berasal dari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang. 

Dadang awalnya mengira suara tersebut berasal dari petir. "Saat itu saya lagi di pinggir pantai. Ada ledakan, saya kira ledakan petir karena mendung waktu itu," ujar Dadang (52) kepada para pewarta di Pantai Pakisjaya.

Meski mendengar suara serupa ledakan itu, Dadang tidak melihat ada pesawat jatuh ataupun asap di arah suara berasal. Ia sadar suara tersebut kemungkinan berasal dari pesawat jatuh stelah menyaksikan pemberitaan dari tayangan berita di televisi.

"Memang itu bunyinya kaya ban pecah, duar gitu, kencang," imbuh Dadang.

Dari kesaksiannya pula, suara serupa ledakan tadi datang dari arah barat laut dari Pantai Pakisjaya. Hal ini sesuai dengan temuan lokasi jatuhnya pesawat di Tanjung Karawang yang letaknya sekitar 17 kilometer dan waktu kejadian sekitar 06.30 WIB.

Sementara, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa pesawat Lion Air JT 610 baru dua bulan mengudara. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro juga mengatakan hal yang sama, yakni pesawat ini baru dioperasikan pada 15 Agustus 2018 lalu. 

Menurut dia, pesawat ini dinyatakan laik operasi sebelum digunakan untuk melakukan penerbangan komersial.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan Basarnas, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610.

Tanpa Henti

Presiden Joko Widodo meminta seluruh instansi yang terlibat untuk mencari korban dan badan pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, tanpa berhenti. 

"Saya juga perintahkan Kabasarnas, seluruh jajaran [Kementerian] Perhubungan, TNI, Polri, bekerja 24 jam malam hari ini," ujarnya.

Untuk menunjang pencarian di malam hari, ia mengaku mengerahkan semua alat penerangan. Terlebih, badan pesawat belum ditemukan. 

"Gunakan lampu untuk percepat pencarian, terutama badan pesawat yang sampai saat ini belum ditemukan meski lokasinya sudah diketahui," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga sudah memerintahkan Basarnas, TNI, dan Polri, Kemenhub, serta pihak swasta untuk mengerahkan setidakn ya 15 kapal ke lokasi pencarian.

Presiden juga memerintahkan Kepala Basarnas maupun Menteri Perhubungan untuk memberi pembaruan informasi kepada keluarga korban tiap jamnya.

Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo mengunjungi keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air di Crisis Center, Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/10) sore. Jokowi langsung terbang ke Cengkareng usai membuka konferensi kelauatan sedunia, Our Ocean Conference, di Bali.

Jokowi tiba di Crisis Center sekitar pukul 18.15 WIB didampingi Juru Bicara Presiden Johan Budi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Menko Polhukam Wiranto telah tiba terlebih dahulu di sana.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menemui keluarga para penumpang Lion Air JT 610 di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin (29/10). Ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta tersebut telah dijadikan crisis center bagi keluarga para penumpang pesawat itu. 

Budi datang pukul 12.25 WIB dan langsung masuk ke ruang VIP yang saat ini telah dipenuhi keluarga penumpang. Belum ada pernyataan resmi yang disampaikan Budi.

Para Awak 

Sebelum mengalami suatu peristiwa, terkadang ada saja prilaku seseorang. Contoh kasus Copilot, Harvino yang bertugas di pesawat Lion Air. Sehari sebelum penerbangan, Harvino sempat menulis kalimat zikir di status WhatsApp-nya.

“Status update kemarin: Subhanallah Walhamdulillah Walailaha Illah Allahu Akbar (Maha suci bagi Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah maha besar),” tulis Novri Helmawan di akun Facebooknya, sesaat lalu, Senin (29/10).

Kisah lainnya, dialami Alfiani Hidayatul Solikha, satu dari enam pramugari pesawat, disebut baru dua bulan bertugas.

"Mbak Alfi baru dua bulan tugas," ujar seorang kerabat korban, Jayanti saat ditemui di rumah duka asal korban di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Alfi, sapaan akrab korban, baru saja lulus dari sekolah pramugari. Setelah lulus dari sekolah tingkat SMA, Alfi melanjutkan sekolah pramugari selama setahun di Yogyakarta.

Begitu pun dengan pramugari lainnya, Citra Novita Anggelia. Dia menjadi salah satu kru pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Posting-an terakhir Citra di media sosial Facebook, dibanjiri ucapan belasungkawa meski belum ada kabar terbaru mengenai keadaan Citra. 

Citra terakhir kali mengunggah posting-an pada 8 April 2018 atau sekitar 6 bulan lalu. Posting-an terakhirnya berisi sebuah foto langit senja dengan lafaz Allah di tengahnya. Tak ada caption apa pun dalam posting-an itu. 

Jatuhnya pesawat Lion Air yang ditumpangi Citra Novita membuat posting-nya tersebut diramaikan sejumlah netizen dan rekan Citra yang menyampaikan belasungkawa. "Insyallah khusnul khotimah tante cantik. Allah selalu bersamamu amin," tulis akun Facebook Intan Permatasari. 

"Semoga cepat ditemukan dalam keadaan terbaik atas kehendak Mu ya Allah," tulis akun lainnya, Fitriya Ramadhina. 

Dalam akun Facebook-nya, Citra juga menuliskan mengenai asal sekolahnya, yakni SMAN 3 Magelang, sebelum kemudian melanjutkan sekolah untuk jurusan pramugari.

Citra Novita Anggelia pernah menjadi saksi pada persidangan joke bomb dengan tersangka Frans Nirigi di PN Mempawah dengan agenda mendengarkan saksi pada Senin (10/9). 

Para Penumpang

Jatuhnya pesawat Lion Air, membawa duka mendalam bagi Kementerian Keuangan. Sebanyak 30 orang dari Departemen Keuangan menjadi korban dalam penerbangan Lion Air JT 610. 

Para staf ini datang ke Jakarta, ikut memeriahkan acara Peringatan Hari Oeang di Kantor Kemenkeu, Sabtu (27/10). Kemudian, mereka memanfaatkan hari akhir pekan, menyambangi sanak saudara sebelum kembali bertugas ke Pangkalpinang.

Sri Mulyani menuturkan, para staf ini berasal dari instansi yang berbeda. Dari jajaran Ditjen pajak, perbendaharaan negara dan kekayaan negara. 

"Jadi mereka sedang kembali ke tempat tugas masing-masing sesudah mereka menghadiri 72 tahun Hari Oeang di Jakarta, karena biasanya menggunakan waktu untuk menengok keluarga di Jakarta," jelas Sri Mulyani.

Di dalam pesawat juga ada auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi korban. Kedua auditor itu ialah Putri Yuniarsih dan Haris Budianto.

Kasubdit Humas DJP, Ani Natalia menyatakan, 12 orang pegawai tersebut berasal dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka.

"12 nama pegawai DJP yang diinfokan ada di pesawat Lion Air JT 610 adalah pegawai KPP Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka," ujar dia. 

Selain dari DJP, pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Mereka juga berasal dari pegawai BPK sebanyak 10 orang, dan dua orang auditor senior BPKP, dan 4 orang pegawai BUMN PT Timah. 

Sementara itu, Corporate Secretary PT Timah Tbk Amin Haris Sugiarto mengatakan, ada sekitar 4 orang karyawan PT Timah Tbk di pesawat tersebut. Mereka pergi dalam rangka tugas kantor. 

"Sedang dinas, ada 4 orang yang karyawan PT Timah," ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT Timah, Riza Pahlevi menambahkan, pihak manajemen PT Timah Tbk saat ini masih menunggu kabar lebih lanjut dari Basarnas. "Kami sedang konfirmasi. Akan segera kami kabari," tambahnya.

Empat orang hakim disebut menjadi penumpang pesawat Lion. Dari empat orang itu, tiga merupakan hakim tinggi, sedangkan seorang lainnya hakim tingkat pertama. Tiga hakim tinggi tersebut adalah; Rijal Mahdi, hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung. Hasnawati, hakim tinggi Pengadilan Tinggi Bangka Belitung. Kartika Ayuningtyas Upiek, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Bangka Belitung.

Tak hanya itu, sejumlah anggota DPRD Bangka Belitung (Babel), dikabarkan menjadi penumpang pesawat Lion Air. Hingga kini, nasib mereka belum diketahui bersama ratusan penumpang lain. 

Informasi yang diperoleh, beberapa nama anggota DPRD Babel yang dikabarkan naik pesawat Lion Air tersebut, yakni, Mugni, Murdiman, Muktar Rasyid, Eling, Dollar, dan HK Djunaidi. Namun, belum diketahui agenda para anggota DPRD tersebut di Jakarta.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyatakan, pesawat Lion Air juga membawa rombongan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Pesawat tersebut ditumpangi sejumlah rombongan PNS dari beberapa instansi, namun kami ingin pastikan data penumpangnya," katanya 

Ia meminta kepada anggota keluarga, saling berbagi informasi terkait kecelakaan pesawat ini, dan memastikan jumlah PNS yang ada di pesawat tersebut.

Proses Evakuasi

Sembilan kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10) sore.

Awalnya, tujuh kantung jenazah tiba lebih dulu. Kemudian dua kantung lainnya datang setelahnya, bersama dua kantung kresek diduga berisi benda-benda milik korban.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Edy Purnomo menyatakan kantung jenazah tidak akan langsung diperiksa. "Kantung jenazah langsung dimasukkan ke freezer, baru diperiksa besok," jelas Edy di RS Polri, Jakarta Timur. 

Suara Simpati 

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan belasungkawa bagi keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Senin (29/10).

"Saya sedih dan terkejut menerima berita pesawat Lion Air JT610 yang terhempas di perairan Karawang pagi tadi. Saya ingin mengucapkan takziah kepada ahli keluarga mangsa yang terlibat dalam tragedi ini," kicau Mahathir, melalui akun Twitternya.

Kementerian Luar Negeri Malaysia telah berkoordinasi dengan otoritas Indonesia untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait penanganan insiden tersebut.

"Sejauh ini, tidak ada warga Malaysia yang menjadi korban dalam kejadian ini. Kedutaan Malaysia di Jakarta akan terus berkoordinasi erat dengan otoritas setempat memantau perkembangan insiden ini," demikian pernyataan Kemlu Malaysia tersebut.

Selain Malaysia, AS melalui duta besarnya di Jakarta, Joseph Donovan, turut mengungkapkan duka cita terkait kecelakaan pesawat ini. AS juga menyatakan siap membantu Indonesia menyelidiki penyebab jatuhnya Lion Air JT-610. 

Untuk menangani masalah itu, telah dibentuk crisis center dan posko informasi dibuka di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Keluarga dapat bertanya mengenai perkembangan informasi terkait insiden ini. 

Nomor kontaknya adalah 021-80820000, sementara untuk informasi seputar penumpang dapat menghubungi nomor 021-80820002. Tak hanya itu, crisis center juga disediakan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta yang bekerja sama dengan Basarnas dan KNKT. (ant/det/cnn/lip/lis)