Harga CPO Turun, Indonesia Minta Malaysia Tambah Konsumsi Biodiesel

Nasional

Editor Angga Haksoro Dibaca : 395

Harga CPO Turun, Indonesia Minta Malaysia Tambah Konsumsi Biodiesel
Jakarta, SP - Indonesia meminta Malaysia untuk meningkatkan penggunaan minyak sawit dalam biodiesel. Saat ini, Malaysia hanya menetapkan penggunaan sawit 7,5% untuk bahan bakar nabati. Sementara itu, Indonesia sudah mencapai 20%.

Jika Malaysia dapat meningkatkan penggunaan sawit, konsumsi di dalam negeri mereka akan tinggi dan turut mendorong tingginya harga sawit di pasar global.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan sebetulnya Malaysia sudah memiliki rencana meningkatkan bauran sawit pada biodiesel namun belum direalisasikan.

“Padahal perjanjiannya mereka mengamanatkan 10 persen di 2018 ini. Sehingga tentu tahun depan kita dorong lagi kapan mereka ikut Indonesia (menerapkan) B20,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Senin (5/11), seperti dilansir cnbcindonesia.com.  

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun mengatakan saat ini harga CPO di pasar global memang masih rendah.

“Sawit kita saat ini mengalami tingkat harga yang rendah. Ada kemungkinan harga CPO kembali naik karena dua hal. Pertama, penurunan produksi yang memang musimnya sekarang sejak akhir Oktober sampai Januari. Kedua, penyerapan lebih banyak di Indonesia dan negara lain,” kata Derom.

Adapun harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kontra Januari 2019 di Bursa Derivatif Malaysia pada hari ini  terkoreksi 1 persen lebih. CPO di bursa tersebut dihargai 2.122 ringgit Malaysia/ton, dimana merupakan tingkat paling rendah selama 3 tahun terakhir atau sejak September 2015.  

Seperti diketahui, Indonesia dan Malaysia adalah dua negara produsen terbesar minyak sawit di dunia. (*)