Senin, 17 Februari 2020


Jokowi dan Ma'aruf Amin Hadiri Pengukuhan Partai Hanura

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 639
Jokowi dan Ma'aruf Amin Hadiri Pengukuhan Partai Hanura

JAKARTA, SP – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, serta sejumlah menteri kabinet bakal menghadiri acara pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura masa bakti 2019-2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (24/1). Dalam pengukuhan itu, Oesman Sapta Odang (OSO) akan kembali dilantik sebagai ketua umum untuk periode mendatang.

"Insyaallah acara besok bisa dihadiri Bapak Presiden Republik Indonesia, insyaallah bisa dihadiri Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, insyaallah bisa dihadiri oleh beberapa menteri kabinet Indonesia Maju,"? kata Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/1).

Tidak hanya petinggi negara, para duta besar negara sahabat juga diundang untuk hadir ke acara tersebut.

"Insya Allah bisa dihadiri teman, kerabat, relasi Bapak Ketua Umum (Oesman Sapta Odang atau OSO)," katanya.

Dia menjelaskan, acara pengukuhan itu akan dihadiri oleh para pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Selain mereka, 807 orang anggota DPRD Partai Hanura se-Indonesia juga akan datang. Bahkan disebut lengkap memboyong istri mereka.

Acara pengukuhan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan partai yang telah lama dilakukan untuk memenuhi azas demokrasi dan mandat konstitusi organisasi dalam hal pemilihan ketum DPP Hanura untuk lima tahun ke depan. OSO terpilih kembali untuk menjadi ketum dalam rapat pimpinan daerah di 34 provinsi pada tanggal 2-24 Oktober 2019 yang telah memutuskan dua keputusan penting.

"Yaitu meminta pelaksanaan Munas dipercepat yang harusnya 2020 pelaksanaanya kemudian dimajukan 2019. Yang kedua memberikan mendukung penuh kepada Bapak Oesman Sapta untuk dipilih kembali sebagai ketua umum Partai Hanura, periode lima tahun berikutnya dalam Munas," tutur Beny.

Menindaklanjuti rapat pimpinan daerah, kemudian berlangsung rapat pimpinan nasional DPP Partai Hanura se-Indonesia yang dilaksanakan 19-21 November 2019 di Hotel Sultan.

"Rapat ini menyetujui apa yang menjadi aspirasi 315 DPC untuk meminta kembali mendukung kembali Bapak Oesman Sapta untuk dipilih menjadi ketua umum berikutnya," ucapnya.

Selain mengukuhkan OSO sebagai ketum, acara hari ini juga mengukuhkan I Gede Pasek Suardika sebagai Sekertaris Jenderal DPP Partai Hanura.

"Bocorannya Pak Gede Pasek Suardika seperti yang sudah diketahui, akan menjadi sekertaris jenderal," tambah Beny.

Formasi 17-8-45

Formasi kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 2019-2024 di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang alias OSO mengusung semangat memperjuangkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, formasi kepengurusan dibentuk sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun kemerdekaan 17-8-1945.

“Jadi kepengurusan nanti adalah 17 pengurus harian, 8 koordinator wilayah, dan 45 bidang,” kata Benny Rhamdani.

Benny memerinci kepengurusan harian itu antara lain di sisi ketua umum, sekretaris jenderal, bendahara umum. Sementara korwil akan dibagi antara lain sesuai zona kepulauan. Sementara bidang, nanti ada berbagai macam. Namun hanya OSO yang tahu siapa saja sosok yang mengisi posisi itu. Yang sudah terkonfirmasi dan ramai diperbincangkan di publik adalah posisi sekretaris jenderal dipercayakan kepada Gede Pasek Suardika.

“Kami belum tahu siapa besok yang akan ditetapkan Bapak Ketua Umum Oesman Sapta, karena itu masih bersifat rahasia,” katanya.

Namun, Benny menegaskan, yang paling menarik adalah OSO sudah memberikan signal formasi kepengurusan mencermirkan kebulatan tekad dan konsistensi tegak lurus dalam memperjuangkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

“Ketua umum hanya memberikan clue bahwa ini adalah bentuk tegak lurus, tawadhu, ikhtiar, dan kecintaan kepada Indonesia. Jadi, memperjuangan cita-cita proklamasi itu wajib bagi Hanura, sehingga dicerminkan dalam bentuk formasi kepengurusan 17-8-45,” kata mantan anggota DPD dari Sulawesi Utara itu.

Ihwal kenapa kepengurusan itu berperiode 2019-2024, Benny menjelaskan bahwa hal itu menyesuaikan dengan pelaksanaan Munas yang digelar Desember 2019.

“Jadi, itu semata-mata mengikuti periodesasi Munas yang dilaksanakan 2019 lalu,” ujar dia.

Undang Wiranto

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengundang eks Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto untuk hadir dalam acara pengukuhan pengurus DPP Hanura 2019-2024. OSO mengundang Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Pak OSO dan panitia ya pasti mengundang lah ya Pak Wiranto selaku Wantimpres. Jadi kalau ada diundang sebagai apa, sebagai Ketua Watimpres," kata Benny.

Benny mengatakan Wiranto diundang bukan sebagai pengurus Hanura. Sebab, sesuai dengan AD/RT Hanura, tak ada jabatan dewan pembina yang selama ini diakui oleh Wiranto.

"Kalau ditanyakan sebagai bagian dari kepengurusan, ya, memang tidak hanya karena hasil munas, sebelumnya juga mengacu pada anggaran produk Solo yang waktu itu Pak Wiranto masih ketuanya, yang kemudian produk Solo itu lah yang diakui Menkumham, tidak ada struktur dewan pembina, jadi beliau tidak diundang dalam konteks apapun dengan partai, tetapi diundang dalam konteks sebagai Ketua Wantimpres," ujar Benny.

Sebelumnya, Wiranto menyatakan mundur dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Alasannya, dia menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Saya nyatakan mundur dari Dewan Pembina Partai Hanura," kata Wiranto saat jumpa pers di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12).

Kalbar Hadir

Ketua DPC Hanura Kabupaten Sanggau, Acam memastikan diri hadir dalam pelantikan pengurus DPP Partai Hanura di Jakarta.

"Sekarang saya sudah di Jakarta untuk menghadiri pelantikan DPP Partai Hanura yang kembali dipimpin Pak OSO. Sesuai jadwal, pelantikan akan dilaksanakan besok (hari ini, red)," kata Acam, Kamis (23/1).

Dia menegaskan, prahara di tubuh Partai Hanura akibat ulah segelitir oknum sudah selesai dan saat ini Partai Hanura yang kembali dipimpin OSO akan memulai dari nol. Menyatukan seluruh potensi dan kekuatan bersama untuk membenahi Partai Hanura.

"Seluruh kader Partai Hanura, khususnya di Kabupaten Sanggau sangat mendukung kepemimpinan Pak OSO. Dan saya yakin dengan Pak OSO, karena itu kita sepakat dukung. Kami mulai dari nol menuju kemenangan, from zero to hero," ujar Acam yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau ini.

Apalagi dengan hadirnya I Gede Pasek Suardika sebagai Sekjen DPP Partai Hanura, kata dia, akan menambah kekuatan baru bagi Partai Hanura untuk kerja politik selama lima tahun ke depan.

"Saat ini kami bersama Pak OSO akan fokus kerja politik. Menjadi alat perjuangan yang memiliki komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," pungkas Acam. (ant/det/jul/gon/bls)

Lakukan Evaluasi

AKADEMISI FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak, Syarif Usmulyadi mengatakan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang dipimpin Oesman Sapta Odang (OSO) harus melakukan evaluasi kelemahan partai. Indikatornya dapat dilihat jelas melalui perolehan suara yang menurun. Hal tersebut menurutnya tentu sudah dilakukan OSO sebagai ketua umum terpilih.

Dalam kaitan ini, Partai Hanura harus melakukan konsolidasi secara menyeluruh dari tingkat daerah hingga pusat. Kemudian juga harus segera rapat unsur pimpinan terpilih. Partai harus melakukan inventarisasi kekurangan yang ada di daerah.

"Tentunya harus dilakukan perbaikan kinerja partai, dan juga merangkul lawan politik dari internal partai untuk disatukan kembali," ucap Syarif Usmulyadi, Kamis (23/1).

Syarif Usmulyadi mengatakan penurunan perolehan suara yang diraih Hanura lebih disebabkan karena perpecahan di internal. OSO sebagai ketua umum harus bisa merangkul orang-orang yang selama ini tidak sejalan dengan dirinya. Bisa dibilang, orang-orang yang menjadi lawan politik adalah orang yang sangat berjasa membesarkan partai. Tokoh tersebut pasti memiliki massa pendukung tersendiri.

"Intinya adalah islah yang harus dilakukan, di samping itu juga mendapatkan tenaga baru yang potensial," katanya.

Usmulyadi menyampaikan Partai Hanura harus bisa merangkul kaum milenial untuk masuk ke dalam jajaran partai di semua tingkatan. Langkah tersebut harus dilakukan agar Partai Hanura kembali berjaya.

Selain itu, menurutnya OSO sebagai ketua umum harus lebih bisa mengontrol diri. Termasuk harus bisa menyerap informasi dari unsur pimpinan bawah hingga atas. Hal lainnya juga harus melakukan koreksi atas permasalahan yang ada.

"Lawan-lawan yang selama ini berseberangan di internal Hanura, harus didekati kembali," tuturnya.

Dia menyebutkan, friksi-friksi yang ada di dalam organisasi harus dihilangkan. Keterbukaan dan musyawarah harus dikedepankan dan diaplikasikan secara konsisten. Hal tersebut harus dilakukan agar Hanura kembali menjadi partai yang disegani.

Selain itu, Hanura sebagai partai yang tidak melampaui Parliamentary Threshold (PT) juga harus melakukan koordinasi bersama partai lain. Sehingga nasib partai tersebut bisa disikapi menjelang Pemilu selanjutnya.

"Soliditas partai harus dibangun untuk menghadapi Pemilu yang akan datang," pungkasnya. (din/bls)