Dr Ema Rahmania: Lupakan Politik Identitas

Opini

Editor sutan Dibaca : 856

Dr Ema Rahmania: Lupakan Politik Identitas
Dr Ema Rahmania, Pengamat Politik Untan
Dalam pemilihan Wali Kota Singkawang, munculnya nama-nama kandidat yang merupakan representasi dari berbagai lapisan masyarakat, baik itu agama, etnis, maupun gender, sudah sangat baik dalam potret perpolitikan.

Semakin banyak yang mencalonkan, tentu semakin banyak pula pilihan masyarakat dalam menentukan pilihannya. Namun realitanya, sangat jarang di setiap pemilihan kepala daerah, isu politik identitas dilepaskan.

Jika melihat jumlah penduduk Kota Singkawang, maka masyarakat Tionghoa yang paling banyak. Pilwako Singkawang 2017 kelak, diprediksi politik identitas akan dimainkan, tidak hanya etnis terbanyak, etnis lain pun akan melakukan hal yang sama.

Kalau melihat kilas balik Pilwako sebelumnya, dimana kandidat dari Tionghoa banyak bermunculan dan akhirnya gagal memimpin. Tentu ini akan menjadi pelajaran bagi kelompok mayoritas, untuk lebih solid menentukan kandidat kelompoknya.

Selain politik identitas sebagai isu kuat, sebetulnya tawaran visi misi pembangunan daerah, tidak kalah kuat dari isu tersebut.
Sebagai daerah yang dikenal dengan kawasan wisata, menumbuhkan kesejahteraan masyarakatnya dari sektor wisata, adalah pilihan tepat untuk dijadikan program pembangunan Kota Singkawang, yang mungkin akan diusung para kandidat wali kota.

Isu lainnya yakni mendata kemiskinan untuk kemudian ditindaklanjuti, dalam menekan angka kemiskinan tersebut. Selama ini, jarang sekali kepala daerah mampu memilah data kemiskinan di daerahnya.

Pada sektor lainnya, bagaimana visi misi kandidat mampu mengelola dana desa atau anggaran daerah, untuk digunakan dalam membangun daerahnya. Calon wali kota Singkawang, hendaknya mampu meyakinkan masyarakat bahwa, dana besar daerah bisa benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan. (umr/lis)