Senin, 27 Januari 2020


Revitalisasi Organisasi Kepemudaan dalam Mewujudkan SDM Unggul

Editor:

Shella Rimang

    |     Pembaca: 195
Revitalisasi Organisasi Kepemudaan dalam Mewujudkan SDM Unggul

Ilustrasi

Oleh: Abdul Muiz | Mahasiswa FISIP Untan

Organisasi kepemudaan adalah lembaga yang menghimpun segenap potensi anak muda, baik mahasiswa maupun anak sekolah yang masuk kategori pemuda bahkan mereka yang tidak menjadi anak terdidik.

Organisasi kepemudaan ini berdiri bersama dengan visi dan struktur kepemimpinan, budaya dan model aktualisasi ide dan gagasanya.

Pemuda yang terhimpun di dalamnya menjalani proses kaderisasi, interaksi dan uji kemampuan memimpin.

Dengan adanya struktur kepemimpinan yang di tata melalui forum-forum resmi didalam organisasi dan pengambilan kebijakan strategis lainnya menjadikan modal dasar dalam pembentukam karakter kepemimpinan dari kaum muda yang menggikuti sebuah proses dan dinamika organisasi.

Penguatan OKP

Revitalisasi atau penguatan kembali peran Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan (OKP) diperlukan dalam mengangkat potensi kaum muda dalam berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang, baik di tingkat lokal bahkan nasional.

OKP yang terlahir dari beragam latar belakang dan kemajemukan menjadi aset bangsa, yang apabila terorganisir dengan baik maka akan mendongkrak perkuatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan tidak hanya hadir tatkala ada perhelatan seremonial kepemudaan belaka.

Hal mendasar yang menjadi jantung didalam sebuah organisasi adalah perkaderan. Sebab, manakala perkaderan mandek atau mengalami stagnasi maka organisasi tidak  akan survive.

Oleh sebab itu, petingnya kaderisasi ditubuh organisasi  menjadikan OKP akan tetap survive sebagai wadah perjuangan gerakan kepemudaan.

Sudah menjadi tradisi bagi OKP untuk melakukan kaderisasi dan pengembangan organisasi baik dalam skala kuantitas maupun kualitas, karena seiring perkembangan zaman dan dinamika organisasi terjadi, bentuk partisipasi dari masing-masing OKP pun makin berwarna.

Bila dalam gerakan awal reformasi tahun 1998 gerakan kepemudaan kemahasiswaan mampu membentuk parlemen jalanan untuk mengekspresikan suara rakyat maka semangat ini hendaknya tidak boleh luntur bagi para penerusnya hingga sekarang.

Organisasi kepemudaan harus  tetap menjaga tradisi intelektualnya yang sewaktu-waktu akan diterjemahkan melalui social movement.

Perkembangan organisasi kepemudaan saat ini mengalami pasang surut di tengah tempaan arus gelombang transformasi sosial dan distrupsi teknologi, sehingga sebuah organisasi harus menyikapi setiap perkembangan zaman yang terjadi, serta mampu menghadapi segala terpaan.

Menuju SDM Unggul

Organisasi kepemudaan memeliki peran yang amat strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan unggul, karena di tubuh orgnanisasi kepemudaan terdapat  tradisi perkaderan yang tujuannya untuk membentuk dan mempersiapkan karakter pemuda yang lebih baik sehingga terciptanya insan-insan akademis yang dapat menyumbangkan pemikiran dan kontribusi nyata bagi suatu negara.

Memasuki era bonus demografi mestinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh sebuah organisasi kepemudaan, utamanya dalam membentuk gerenasi - generasi muda yang memiliki jiwa kompetisi yang tinggi. Karena jangan sampai bonus demografi menjadi sebuah ancaman yang akan menimbulkan bencana dikemudian hari.

Oleh karenanya, penting bagi sebuah organisasi kepemudaan untuk  menjadi lokomotif dalam menghadapi bonus demografi dengan kemampuan SDM yang dimiliki.

Dan sudah saatnya organisasi kepemudaan menunjukan kontribusi nyatanya di dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara dengan merawat dan menjaga tradisi perkaderan untuk melahirkan kader-kader umat dan bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang unggul.