Pemkot Dukung Jembatan Kapuas III

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 2812

Pemkot Dukung Jembatan Kapuas III
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Pemkot Pontianak siap mendukung pembangunan Jembatan Kapuas III yang rencananya akan dibangun tahun ini. Meski wilayah Kota Pontianak memang tidak masuk dalam lahan yang dipakai untuk pembangunan, namun akses pendukung yang ada di dalam kota menjadi bagian penunjang yang penting. “Untuk Jembatan Kapuas III karena di luar kota, Pontianak tidak terlibat dalam pembangunan. Tapi untuk pendukung di dalam kota, masalah lahan dan sebagainya akan kita tangani,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, beberapa waktu lalu. Jembatan Kapuas III penting untuk mengurai kemacetan kota di jembatan Landak dan Kapuas I. Jadi, apa pun yang berkaitan dengan masalah lahan, Pemkot akan sedia membantu, termasuk membangun akses untuk jalan lingkar.  

Edi menambahkan, pihak provinsi selama ini memberikan tanggapan yang baik. Sebab mereka pun menyadari, Kota Pontianak akan lumpuh jika jembatan Landak tak berfungsi.
Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji juga menegaskan, tidak ada pembebasan lahan terkait pembangunan jalan lingkar luar dan jembatan Kapuas III di Kota Pontianak. Karena memang pembangunan keduanya, tidak masuk dalam wilayah administratif kota. “Tinggal nantinya akses menuju ke sana, khususnya sampai ke batas-batas kota dan wilayah Kubu Raya, itu yang kita tingkatkan, dan sudah kita mulai,” terangnya. Dirinya mencontohkan, pembangunan jembatan Nipah Kuning, jalan pararel Sungai Raya Dalam, jalan lingkar luar (outer ring road) Jalan Purnama, sudah dalam proses pengerjaan. Selain itu, saluran-saluran pendukung yang mengarah ke outer ring road, juga sudah dibenahi, khusus daerah yang masuk wilayah Kota Pontianak. “Saluran-saluran yang mengarah ke sana sudah kita benahi, yang masuk wilayah kota. Kita tidak bisa bayar lahan untuk pembebasan yang ada di wilayah Kubu Raya,” jelasnya. Sutarmidji mengatakan, sebenarnya pembebasan lahan tidak perlu dilakukan. Tinggal bagaimana pendekatan pihak pemerintah kota ke masyarakat pemilik lahan di wilayah pembangunan, supaya mau menyerahkannya. Karena sebenarnya dengan adanya jalan itu, justru menguntungkan masyarakat. “Perekonomian, turut terdongkrang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Anugrah Rachmanto menyatakan, pembangunan Jembatan Kapuas III dimungkinkan akan segera dimulai pada 2016. Hal ini menyusul rampungnya tahapan pembangunan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) atau perencanaan detail bangunan Jembatan Kapuas III. Pembangunan ini sendiri merupakan lanjutan rencana outer ring road. “Alhamdulillah FS sudah selesai. DED juga selesai, baik DED jalan maupun DED jembatan. Tinggal menyiapkan ketetapan titik-titik koordinat oleh Gubernur Kalbar,” ungkapnya, belum lama ini. Anugrah meyakinkan, Jembatan Kapuas III akan lebih bagus dibanding Jembatan Tayan. Jembatan akan dibangun di muara Sungai Kapuas di kawasan Jungkat dan melewati Pulau Panjang kawasan Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah. “Pastinya bentangan jembatan akan melintasi pulau panjang dan akan menjadi icon dengan view yang bagus,” katanya. Pembangunan Jembatan Kapuas III dilakukan satu paket dengan pembangunan outer ring road.

Dibangun melalui dana APBN dan melibatkan tiga daerah kabupaten dan kota, yakni Mempawah, Kubu Raya dan Kota Pontianak. Usai mendapatkan ketetapan titik koordinat Jembatan Kapuas III, pihaknya nanti akan melakukan pembebasan lahan beserta Pemda setempat.
“Pendanaan total baik jalan maupun jembatan di outer ring road  lagi digodok. Apakah pemerintah Indonesia murni atau berbantuan. Anggaran ini cukup besar mencapai triliunan. Saya tidak hafal detailnya. Ada di Pelaksana dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN),” katanya. Pembangunan Jembatan Kapuas III ini lanjut Anugrah, diharapkan dapat dimulai pada tahun 2016, karena perangkat dasar pembangunan jembatan telah siap dan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kalbar juga telah siap memulai pembangunan outer ring road atau jalan lingkar luar.  “Yang pasti harapan kita tahun 2016 harus sudah dimulai karena perangkat dasar sudah siap. Bina Marga siap,” katanya.

Pembangunan Jembatan Kapuas III yang menghubungkan Kabupaten Kubu Raya dengan Kabupaten Mempawah ini, memang sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar. Sesuai feasibility study, total dana untuk pembangunan outer ring road dan Jembatan Kapuas III mencapai Rp 3,5 triliun. Dari jumlah tersebut, untuk pembangunan Jembatan Kapuas III sebesar Rp 1,1 triliun. Pembangunan direncanakan terbagi atas lima segmen dan secara keseluruhan, pembangunannya diharap selesai dalam waktu empat sampai lima tahun ke depan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor memastikan Jembatan Kapuas III akan dapat dilalui oleh sejumlah kapal-kapal yang melintas di Sungai Kapuas. Jembatan tersebut memiliki ketinggian 38 meter dari permukaan air laut pasang tertinggi, sehingga dapat dilalui sejumlah kapal besar seperti KM Lawit.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Pontianak pada Maret 2015 lalu, juga mengatakan, pembangunan jembatan ini penting karena Kalimantan memiliki banyak sungai besar dan panjang. Jembatan berfungsi menghubungkan daerah-daerah pelosok dengan kota. Menurutnya, biaya pembangunannya mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Dalam pembangunannya, Pemprov bertugas membebaskan lahan, sementara pemerintah pusat akan membangun infrastruktur fisiknya. Selain Jembatan Kapuas III, pemerintah dikatakan juga akan membangun Jembatan Sambas yang membentang dari Tanjung Datuk sampai Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. (bls/yoo/ind)