Tol Pararel Landak

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 1397

Tol Pararel Landak
Selain Jembatan Tol III, pembangunan jembatan paralel Kapuas 1 dan Landak juga mendesak dibangun. Pasalnya, dua jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pontianak Timur dan Utara tersebut, tidak layak dan over kapasitas dalam menampung kendaraan yang melintas di jembatan itu. "Pada tahun 2016, Pemkot mulai melaksanakan uji kelayakan atau Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) Jembatan Pararel Kapuas 1 dan Landak," kata Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, belum lama ini.

Menurut Edi, sudah selayaknya jembatan tersebut dibuat paralel guna mengatasi kemacetan yang terjadi pada waktu tertentu. Jembatan tersebut nantinya di bangun bersebelahan dan dibuat dua arah. "Untuk ruangnya masih memungkinkan, lebar jalannya nanti 12 meter. Kalau lancar, kita akan tata persimpangan Tanjungpura-Imam Bonjol dan Gusti Situt Mahmud-Selat Panjang dan 28 Oktober" tuturnya. Kepala Dinas PU Kalbar, Jakius Sinyor mengatakan pihaknya telah mengajukan pembuatan duplikasi jembatan Landak kepada kementerian terkait, yang diharapkan bisa segera dibangun dalam waktu dekat. "Untuk memecah arus kemacetan yang terjadi di jembatan Landak yang menghubungkan antara Pontianak Utara dan Pontianak Timur, kita sudah melakukan pembahasan dengan beberapa pihak terkait.

Rencana pembenahan jembatan Landak itu juga sudah masuk dalam agenda Program Penanganan Jalan Nasional dan diharapkan bisa segera dilakukan pembangunannya," kata Jakius. Dia menjelaskan, untuk kondisi arus transportasi yang terjadi pada jalur jembatan Landak itu saat ini memang sudah sangat memprihatinkan, dimana tidak hanya pada saat jam sibuk, namun hampir setiap saat selalu terjadi kemacetan pada jembatan tersebut. "Ini tentu menjadi salah satu perhatian kita, untuk itu kita harapkan ada sinergi antara Pemkot Pontianak dan Pemprov Kalbar serta pemerintah pusat, untuk segera melakukan pembangunan jembatan pendamping yang rencananya akan dibangun di samping jembatan Landak yang sudah ada saat ini," tuturnya. Dari rencana pembangunan yang diajukan, kata Jakius, nantinya akan dibangun jembatan yang sama disamping jembatan yang sudah ada saat ini. "Jadi nanti akan menjadi jembatan kembar. Hanya saja permasalahannya saat ini, untuk melakukan pembangunan jembatan itu diperlukan pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemkot Pontianak," katanya.

Jika lahan antara penghubung jembatan sudah dibebaskan, lanjutnya, maka proses pembangunan jembatan tentu akan lebih mudah dilakukan.   Sementara, anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalbar, Syarif Abdullah mengatakan dirinya akan ikut mendorong percepatan rencana pembangunan duplikasi Jembatan Landak untuk meminimalisir kemacetan yang terus terjadi saat ini di Kota Pontianak. "Saya minta kepada Pemprov Kalbar agar bisa bersinergi dengan Pemkot Pontianak untuk mengajukan masterplan pembangunan duplikasi jembatan Landak. Saya dan teman-teman lain yang ada disini, siap untuk mendorongnya," kata Syarif Abdullah. Dia menjelaskan, saat melakukan resses di kota Pontianak, kondisi jembatan Landak memang sudah memprihatinkan. Dimana selain kondisi jembatan yang sudah tua, ditambah padatnya transportasi yang ada disana mengakibatkan kemacetan yang sangat parah. "Tidak peduli pagi atau sore di saat jam sibuk masyarakat, bahkan setiap saat jembatan itu selalu macet. Saya rasa memang seharusnya agar pembangunan duplikasi jembatan Landak itu bisa segera dilakukan," tuturnya. (ant/ind)




Komentar