Perpisahan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia di Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1127

Perpisahan Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia di Kota Pontianak
PPIA- Dua Orang Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA) ketika berkunjung ke RRI Pontianak. (images1.rri.co.id)
Anna, satu di antara peserta Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2015-2016, mengaku takjub dengan Coffee Street Jalan Gajahmada Pontianak, serta warung kopi (Warkop) atau cafe di kawasan lain. Dia terhibur dengan ragam tempat nongkrong tersebut.

 “Pontianak begitu hidup dan ramai karena cafe-cafe (warung kopi) masih banyak yang buka hingga larut malam,” ujar Anna usai Perpisahan Peserta PPIA Fase Perkotaan di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (7/2) malam.

Kawasan kuliner lanjut dia yang menyuguhkan aneka kopi bagi para pengunjungnya banyak di Kota Pontianak, terlebih Warkop tersebut buka hingga larut malam. Berbeda dengan kota asalnya, Australia . “Di Kota saya  pukul 17.00 waktu setempat, cafe-cafe banyak yang sudah tutup,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengaku kagum terhadap Kota Pontianak. Selama satu bulan dia berada di Pontianak mengikuti program fase perkotaan, kota ini dinilainya kota ramah dan bersih. “Pontianak lebih bersih dari kota besar lainnya. Saya  suka berada di Pontianak karena lebih seru, suasananya begitu ramai,” ujarnya. 

Selama menjalani program PPIA fase perkotaan, Anna bersama rekan-rekannya mengikuti program magang kerja di berbagai kantor instansi dan lembaga, baik pemerintahan maupun swasta yang ada. Anna mendapat kesempatan magang di Stasiun RRI Pontianak.

Bahkan beberapa kali dia  menjadi penyiar selama magang di radio milik pemerintah tersebut. 

“Pertama saya memang sedikit gugup tetapi waktu datang ke RRI, saya merasa sangat diterima karena seluruh awak RRI sangat ramah. Sangat seru jadi penyiar. Teman-teman saya di Australia bisa mendengar saya siaran melalui radio streaming,” ujarnya senang.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sebagai tuan rumah, Kota Pontianak mendapat pengalaman dan kesan yang positif dari kedatangan para peserta pertukaran pemuda itu. “Saya harap, adanya kegiatan ini dapat menginspirasi dan memacu para pemuda di Kota Pontianak untuk terus maju,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan, kementerian pemuda dan olahraga RI sebagai penyelenggara dapat melaksanakan kegiatan pertukaran secara berkelanjutan. Tidak hanya Australia saja namun beberapa negara sahabat lainnya dapat diajak kerjasama guna program pertukaran pemuda. “Apalagi saat ini merupakan era globalisasi antar negara sudah tidak ada lagi batasan, semua bisa berkolaborasi, bukan era persaingan,” harapnya. (Yolanda sari/ind)