Ditinggal Isteri, Satpam Masjid di Kota Pontianak Bunuh Diri

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1341

Ditinggal Isteri, Satpam Masjid di Kota Pontianak Bunuh Diri
Ilustrasi (daerah.sindonews.com)
PONTIANAK, SP - Syaiful Bahri (40), warga Gang Teluk Nilam, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara ditemukan tewas dengan posisi tergantung di rumahnya, Senin (28/3) sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan warga setempat dengan posisi badan tergantung dan leher terikat seutas tali plastik. Namun tidak ada yang yang berani menurunkan jasad korban, hingga polisi tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Edi Samad, warga sekitar yang juga merupakan saksi mata mengatakan, dirinya mendapat informasi dari warga setempat jika ada tetangga mereka bunuh diri. “Saya langsung ke lokasi dan memang betul korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung,” kata, Edi.

Menurut Edi, Syaiful mengakhiri hidupnya usai melaksanakan salat subuh. Dia diduga nekat bunuh diri, lantaran stress ditinggal istri. “Di rumah itu korban tinggal sendiri, sementara istrinya tinggal tidak jauh dari rumah korban. Mungkin dia sudah tidak mampu lagi menahan beban hidup hingga nekat mengakhiri hidupnya,” tuturnya.

Bahkan beberapa hari terakhir lanjut dia, Syaiful yang bekerja sebagai tenaga pengamanan di Masjid  Al Israq, Sungai Putat tampak berbeda. Dia kerap bercerita terkait bunuh diri.

Saat itu yang bersangkutan pikirannya sedang kacau, karena sudah ditinggal istri.
"Sudah kurang lebih delapan bulan bekerja dan kondisinya biasa-biasa saja,” ucapnya.

Selain itu bapak tiga anak tersebut juga pernah mengatakan jika tiang rumahnya tinggi dan bagus untuk bunuh diri. “Ternyata, tiang rumah itu memang menjadi tempat ia menghabisi jalan hidupnya. Kami juga tidak pernah menyangka jika ia senekat itu,” sambungnya.

Kapolsek Pontianak Utara, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Ridwan Maliki, membenarkan kasus gantung diri yang terjadi di wilayah hukumnya. “Korban atas nama, Syaiful Bahri, diduga sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan,” kata, Ridwan.

Ridwan menjelaskan, dari dugaan sementara, korban bunuh diri lantaran stres ditinggal istrinya dalam waktu satu tahun. Jasad korban akan divisum dan outopsi namun pihak keluarga menolak.

“Sebenarnya visum dan outopsi itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Namun pihak keluarga menolak, kita akan buatkan berita acara penolakan," tukasnya. (yoo/ind)