Tim Pansus DPRD Karawang Study Banding ke Kota Pontianak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1218

Tim Pansus DPRD Karawang Study Banding ke Kota Pontianak
Gedung DPRD Kota Pontianak. (dprd.pontianakkota.go.id)
PONTIANAK, SP - Tim Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pelayanan Publik DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melakukan studi banding pelayanan publik yang ada di Kota Pontianak.

Kota ini dipilih menjadi lokasi kunjungan karena mendapat predikat terbaik dalam pelayanan publik se-Indonesia untuk kategori kota.
Rombongan yang berjumlah 14 orang itu diterima Asisten I bidang Administrasi dan Kesra, Setda Pontianak, Rudi Enggano di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Senin (28/3).

Ketua Pansus Pembentukan Raperda Pelayanan Publik Kabupaten Karawang, Teddy Lutfiana mengatakan, ada banyak ilmu yang bisa didapat dari kota ini untuk dikembangkan di Kabupaten Karawang.

“Kami dari Kabupaten Karawang merasa perlu untuk belajar dan menjadikannya inspirasi dan motivasi kami, tentunya di jajaran Pemerintah Daerah Karawang,” ungkapnya.

Kecepatan pelayanan publik di Kota Pontianak, menjadi hal yang paling menarik bagi mereka. Kemudian masalah perizinan, rumah sakit tanpa kelas, disebutnya sesuatu yang inovatif.

Dia berharap hal itu bisa diadopsi di Kabupaten Karawang. “Cepatnya pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara dan pelaksana pelayanan publik, lalu masalah perizinan, rumah sakit tanpa kelas adalah sesuatu yang luar biasa,” kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Karawang itu.

Kedatangan tim Pansus DPRD Kabupaten Karawang itu disebut Rudi Enggano membuat kedua pihak bisa saling belajar tentang pelayanan publik. Tim tersebut memandang Pontianak sudah sangat baik dalam pelayanan publik.

 “Sama-sama belajar tentang pelayanan publik, dan mereka memandang Pontianak sangat baik dalam pelayanan publik, kami memberi informasi pelayanan publik,” ujarnya.

Pelayanan publik yang banyak dijelaskannya terutama tentang layanan perizinan. Apa yang sudah diterapkan di Kota Pontianak, sesuai dengan paket kebijakan ekonomi dari pemerintah pusat untuk meningkatkan perekonomian.

“Kota Pontianak sudah bisa menjawab hal itu, dari 99 perizinan diringkas jadi 17 perizinan,” jelasnya.

Perihal kecepatan memang nomor satu, banyak perizinan yang bisa selesai dalam satu hari asal syaratnya lengkap. Kemudian akuntabel, masyarakat dapat melihat sejauh mana perkembangan perizinan mereka secara daring.

“Termasuk juga izin pararel, yang sangat diapresiasi. Kita akan informasikan ke masyarakat dan daerah lain agar Pontianak jadi percontohan, laboraturium inovasi daerah lain,” pungkasnya. (bls/ind)