Satpol PP Kota Pontianak Menjaring 9 Pelajar SMA

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1404

Satpol PP Kota Pontianak Menjaring 9 Pelajar SMA
Sejumlah pelajar yang terjaring razia berada di kantor Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Pontianak. (SUARA PEMRED/ YOLANDA)
PONTIANAK, SP –  Sebanyak sembilan pelajar tingkat menengah atas (SMA) yang membolos saat jam sekolah, terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Pontianak di sejumlah warung internet (Warnet) dan warung kopi (Warkop) di kawasan Jalan Gajahmada Pontianak, Kamis (31/3) pagi.

Sebagian besar pelajar tersebut berasal  dari sekolah negeri unggulan di Kota Pontianak. Yakni, satu pelajar dari SMAN 1 Pontianak, tiga pelajar SMAN 4 Pontianak, empat pelajar SMKN 5 Pontianak dan satu pelajar dari SMA SSA Pontianak. “Anak-anak sekolah tidak boleh berkeliaran, apalagi di jam belajar, pasti kita tertibkan semua,” kata Kasatpol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana, Kamis (31/3)

Kesembilan pelajar tingkat menengah dan atas yang terjaring ini semuanya masih mengenakan seragam sekolah. Mereka lalu digiring ke Markas Satpol PP Kota Pontianak untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut agar tidak lagi mengulangi perbuatannya membolos sekolah.

Menurut Utin, pihaknya bersama aparat terkait seperti camat, lurah menjelang Ujian Nasional (UN) memang gencar melakukan razia pelajar, sebab Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menginginkan para pelajar, khususnya di Kota Pontianak lulus dengan nilai yang memuaskan.
“Kita lebih gencar, rutin melakukan penertiban karena ini menjelang ujian, “ tegasnya.

Menurutnya, selain pemerintah, guru dan orangtua juga berperan dalam melakukan pembinaan terhadap para pelajar yang kerap berkeliaran di jam belajar. Orangtua diminta untuk memperketat pengawasan terhadap para anak-anak terlebih menjelang ujian.

“Kita tahan anak-anak yang terjaring ini sampai orangtua atau wali dan pihak sekolah datang untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi hal tersebut,” jelasnya.

 Para pelajar serta orangtuanya akan membuat berita acara yang berisikan perjanjian tidak akan mengulangi hal serupa. Jika ditemukan kembali pelajar tersebut berkeliaran, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Thorn, pelajar SMAN 1 Pontianak yang kedapatan berada di warnet kawasan Pontianak Selatan mengaku, dirinya hanya ingin bermain games online. Saat terjaring razia, dia mengenakan baju kaos berwarna biru dongker dengan paduan celana seragam sekolah berwarna biru.


“Saya ini kan hanya pakai celana seragam sekolah, bajunya bebas, kok ikut diangkut. Kalau saya pakai baju bebas dan celana bebas apa diangkut juga. Saya sudah pulang sekolah, hanya tidak ganti celana saja,” kilahnya. (yoo/ind)